Mohammad Nuh, Pelajaran Tentang Cinta

Mohammad Nuh, mantan Menteri Pendidikan Nasional dan Rektor ITS, tampil memukau dalam perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di Banjarmasin sebagai Ketua Dewan Pers. Dalam pidatonya, ia menyampaikan pandangan filosofis tentang cinta, yang ia kaitkan dengan kepemilikan, kebanggaan, logika, etika, dan estetika. Nuh menekankan pentingnya menjaga cinta dengan pengakuan dan prestasi. Dengan gaya humoris dan reflektif, ia menyampaikan bahwa penerapan logika tanpa estetika bisa merusak hubungan, membuat suasana acara penuh tawa. Pidatonya menunjukkan sosok Nuh sebagai pemimpin yang intelektual, komunikatif, dan mampu merangkul audiens melalui pendekatan humanis.

*****

Bahkan, ia seperti memberikan kuliah mengenai cinta dalam perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (9/2/2020).

“Pers yang saya cintai dan saya banggakan,” ujar Nuh, saat memulai sambutannya sebagai Ketua Dewan Pers. Cinta itu mensyaratkan untuk memiliki. “Tak ada cinta yang membiarkan orang yang dicintainya diambil orang lain,” kata mantan Menteri Pendidikan Nasional itu.

Nuh melanjutkan, meskipun ada cinta yang tak bisa memiliki, tetapi agar cinta tetap bisa bertahan, harus ada yang bisa dibanggakan. Harus ada prestasi atau pengakuan. Oleh karena itu, cinta dan kebanggaan tak bisa dipisahkan. Menurut Nuh, cinta juga tak bisa dipisahkan dengan logika, etika, dan estetika. Namun, penerapannya harus tepat, sehingga tak menimbulkan persoalan.

“Mohon maaf, jika ibu-ibu yang berusia 50 tahun ke atas, bertanya kepada suaminya, apakah sekarang tambah cantik atau tambah jelek. Kalau mengikuti logika, ya dijawab apa adanya,” ujar mantan Rektor ITS itu. Jawaban logika bisa membuat cinta bermasalah.

“Oleh karena itu, suami lebih baik menjawab, yang jelas semakin menarik. Bukan soal semakin cantik atau semakin jelek. Itulah estetika,” lanjutnya, yang disambut derai tawa peserta, termasuk Gubernur Kalsel Sabirin Noor.

Sumber: Kompas edisi 10 Februari 2020 di halaman 12 dengan judul “Mohammad Nuh, Kuliah Tentang Cinta “.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *