Meda Kawu, Mendapat Inspirasi Usai Traveling ke Eropa

Meda Kawu, penyanyi yang dikenal lewat lagu “Laskar Pelangi,” menikmati perjalanan solonya ke Eropa selama 16 hari, mengunjungi Belanda dan Latvia. Ia mencari pengalaman baru, menyatu dengan kehidupan lokal, dan mengeksplorasi budaya setempat. Di Latvia, ia sempat menonton konser unik di gereja tua di Riga. Pengalaman selama traveling ini menjadi inspirasi utama album solonya, yang 60 persen materinya berasal dari perjalanannya dan sisanya dari proses rekaman di studio. Meda mengaku senang bisa menyalurkan semangat kreatif dari pengalaman pribadinya ke dalam karya musik.

*****

Meda menikmati perjalanannya ke Eropa sambil menciptakan beberapa lagu. Selama 16 hari Meda berkeliling ke Belanda dan Latvia. Lama tak bepergian sendiri, Meda mengaku senang sekaligus deg-degan.

“Seru sih, udah lama enggak pergi sendiri. Aku selalu suka mempelajari kebudayaan di negara yang aku datangi, sebisa mungkin menyatu sekaligus menjalani kehidupan masyarakat lokal di sana. Aku mendatangi dua negara yang kontradiktif, yang satu sangat terbuka, satu lagi introvert,” kata Meda, di Jakarta, Jumat (7/2/2020).

Dengan waktu liburan yang cukup lama, pelantun lagu ”Laskar Pelangi” ini ini mencari beragam pengalaman.  “Ada hari-hari di mana aku jadi turis, mengunjungi museum, dan mencicipi makanan khas di sana. Ternyata di Latvia menarik juga ya, aku ke kota Riga, sekalian mengunjungi teman di sana,” cerita Meda.

Salah satu pengalaman menarik, lanjut Meda, saat menonton konser di sebuah gereja tua di Riga. “Uniknya dari konser ini, penonton menghadap ke arah altar, namun konsernya di belakang penonton, di atas balkon yang ada organ tuanya. Makin lucu lagi, semua penonton yang kebanyakan orang lokal enggak ngerada aneh. Mereka menghadap ke altar dengan wajah serius sambil mengangguk-angguk,” kata Meda.

“Nah, pengalaman-pengalaman traveling yang unik ini, aku tuangkan dalam beberapa lagu di album soloku. Traveling selesai, proses rekaman juga baru saja selesai. Senang, karena proses kreatif bermusik dan album aku nanti bisa dibilang 60 persen dari hasil traveling, 40 persen di studio,” ujarnya.

Sumber: Kompas edisi 10 Februari 2020 di halaman 11 dengan judul “Meda Kawu, Pengalaman Unik “.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *