Ve, Eksotika

Ve Dhanito adalah fotografer konseptual yang karyanya kerap melintas ke ranah seni rupa kontemporer. Lulusan teknik sipil ini awalnya bekerja di bidang infrastruktur, tetapi ketertarikannya pada fotografi tumbuh saat mendokumentasikan proses pembangunan. Sejak 2007, ia meninggalkan teknik sipil dan menekuni fotografi secara penuh. Karyanya dimuat di berbagai majalah dan dipamerkan di dalam serta luar negeri. Ve tertarik pada filsafat, psikologi, dan neurosains, terutama konsep tentang otak, yang memengaruhi gagasan artistiknya. Selain berkesenian, Ve aktif berolahraga seperti basket, crossfit, dan tinju demi kebugaran dan kepercayaan diri.

*****

Daya tarik khas atau eksotika dimiliki setiap pegiat seni. Tumbuhnya dari pergolakan ide, seperti pada Ve Dhanito. Melalui karya fotografi yang kerap menyeberang menjadi seni rupa kontemporer itu, tumbuh dari pergolakan ide pada Ve.

Ve pengarsip yang baik. Pada periode tertentu ia menjalani profesi fotografer lepas. Banyak karya fotonya yang dimuat majalah dari dalam dan luar negeri. Begitu pula, karya Ve yang menyeberang menjadi karya seni rupa kontemporer, dipamerkan di dalam dan di luar negeri.

Ve belajar teknik sipil, tetapi akhirnya menekuni kerja fotografi konseptual. Belakangan ia mengeksplorasi konsep tentang otak. Ia menelaah neurosains untuk merencanakan pembuatan karya-karya fotografinya.

Ve terlahir di Jakarta, 17 Juli 1979. Ia tinggal di Jakarta hingga lulus SMA. Pada 1997, ia melanjutkan kuliah teknik sipil di Universitas Sebelas Maret di Solo, Jawa Tengah.

Semenjak kuliah S-1, meski belajar teknik sipil, Ve mengakrabi buku-buku filsafat dan psikologi. Di antaranya ia menyukai bacaan tentang ahli neurologi Sigmund Freud, yang memperkenalkan metode psikoanalisis.

Selepas kuliah di Solo, pada 2002 ia kembali ke Jakarta dan bekerja untuk perusahaan yang menangani pembangunan infrastruktur. Seraya Ve menempuh jenjang S-2 Magister Ilmu Teknik Sipil Universitas Indonesia (UI) bidang Manajemen Proyek (2004-2006).

Di dunia pekerjaan teknik sipil inilah Ve mulai berkenalan dengan fotografi. Ia memotret setiap perkembangan pembangunan infrastruktur yang sedang ditangani.

Ia menyimak dan memotret perancah, struktur beton, dan segala tetek-bengek proses pembangunannya. Ve melihat ada keindahan fotografis di situ. Namun, keindahan itu akan berlalu begitu saja. Semua hilang dengan cepat begitu wujud bangunan yang diinginkan selesai.

Meninggalkan teknik sipil

Sejak mengakrabi dunia seni fotografi, Ve pun memutuskan untuk membeli kamera profesional. Bahkan, berangsur ia meninggalkan pekerjaan teknik sipil pada 2007 dan beralih menjadi seorang fotografer.

Ve anak kedua dari tiga bersaudara. Kedua saudaranya memilih profesi sebagai dokter, seperti ayahnya yang juga seorang dokter di Jakarta. Ayahnya yang berasal dari Kediri, Jawa Timur, juga pencinta wayang purwa.

Semasa duduk di bangku SD sampai SMA di Jakarta, Ve digembleng orangtuanya agar menjadi atlet bulu tangkis. Sampai-sampai ia pernah masuk Pemusatan Pelatihan Daerah (Pelatda) Cabang Bulu Tangkis Jakarta. Ini terhenti saat Ve kuliah di Solo pada 1997.

Namun, ia terus merawat hobi olahraganya. Di Solo, di sela-sela kuliah, ia aktif sebagai pemain basket. Sekembalinya ke Jakarta, Ve bekerja seraya menggeluti crossfit sampai sekarang.

Crossfit merupakan olahraga dengan program latihan yang menggabungkan aerobik dan anaerobik. Di situ ada perpaduan olahraga dengan gerak intensitas tinggi, angkat beban, senam, dan jenis olahraga lainnya, seperti tinju.

Ternyata, Ve pun gemar berlatih tinju. Tetapi, ia enggan bertanding tinju. Alasannya, ia menghindari benturan kepala yang bisa mengganggu organ otaknya. Ve hanya bertinju dengan sparring partner atau pasangan latih tanding.

Tidak ada hal lain yang ingin diraih Ve dengan berolahraga, selain kebugaran dan rasa percaya diri. Ve memetik rasa kebugaran dan percaya diri itu ternyata menunjang kinerjanya menjalani dunia seni fotografi.

Sumber: Kompas.id, Ve, Eksotika, 25 Okt 2020 05:46 WIB

Author photo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *