
Andien, Isi Piringku
Penyanyi jazz Andien menjalani gaya hidup vegan, terutama sejak kehamilan putra keduanya, Tabi, yang kini berusia lima bulan. Ia membagikan menu nabati harian lewat Instagram, seperti ubi cilembu, barley, tumis brokoli dengan keju vegan, tahu-tempe goreng, lentil, dan susu almond mentah. Andien merasakan tubuh lebih segar, jarang mengantuk, dan hasil tes darahnya sangat baik. Sebelumnya karnivora, ia kini mengatur nutrisi dengan cermat, berkonsultasi dengan dokter gizi. Inspirasi peralihan ini datang dari film The Game Changers. Andien menilai orang kini lebih terbuka untuk makanan nabati karena kebutuhan menyeimbangkan diri dan memperhatikan kondisi dunia.
*****
Penyanyi jazz Andien sangat menikmati perubahan dalam diri dan tubuhnya setelah menjadi vegan. Berbagai menu nabati yang disantapnya kerap dibagikan lewat akun Instagram-nya.
”Aku bikin story Instagram judulnya ’Isi Piringku’,” ujar Andien, Rabu (30/9/2020).
Menu pilihan Andien beraneka ragam dan lengkap, seperti ubi cilembu, barley atau jali-jali, selai kacang organik, tumis brokoli dengan keju vegan, oseng wortel dan labu siam, kacang hijau goreng, biji labu, paduan lentil, terung goreng, dan sambal tomat, tahu tempe goreng tepung bebas gluten, serta susu almond mentah.
Sejak sebelum hamil putra keduanya, Tabi, yang kini berusia 5 bulan, Andien terus mengatur asupan nutrisi dari makanan berbasis nabati. ”Waktu hamil Tabi, badanku juga menolak konsumsi daging. Padahal, sebelumnya aku karnivora sejati. Pengalaman dari dua masa kehamilan dan menyusui ini beda banget. Yang anak pertama masih protein tinggi dengan aneka daging. Yang kedua ini plant-based,” tuturnya.
Andien merasa jadi jarang mengantuk. Dia pun sempat tes darah dan hasilnya sangat bagus. ”Aku juga tidak mau asal-asalan. Jangan sampai nutrisi kurang. Aku konsultasi juga ke dokter gizi,” imbuhnya.
Tentang peralihan pilihan makanan ini, Andien salah satunya terinspirasi film The Game Changers tentang makanan nabati untuk atlet. Menurut Andien, sekarang orang semakin terbuka dengan kondisi dunia ini.
”Dunia lagi ’butuh perhatian’ di semua lini. Terjadi ketidakseimbangan, jadi banyak orang merasa harus menyeimbangkan diri dan beralih ke makanan nabati,” kata Andien.
Sumber: Kompas.id, Andien Isi Piringku, 04 Okt 2020 04:00 WIB
Leave a Reply