Puti Guntur Soekarno, Cinta Eyang Karno

Puti Guntur Soekarno menuturkan bahwa makna utama di balik penerbitan cetakan ketiga buku Bung Karno, Bapakku, Kawanku, Guruku adalah cinta. Buku karya ayahnya, Guntur Soekarnoputra, menggambarkan relasi penuh kasih dengan Bung Karno serta cinta Bung Karno kepada rakyat, Tanah Air, dan peradaban. Ditulis dengan cinta dan diterbitkan kembali dengan semangat yang sama, buku ini menjadi jembatan bagi generasi muda untuk mengenal sosok Bung Karno yang humanis. Meski disayangi, Puti tetap diajarkan tanggung jawab sejak kecil. Acara peluncuran juga dimeriahkan penampilan musik Guntur bersama Aneka Nada.

*****

Tak ada yang bisa diungkapkan kecuali makna cinta. Begitulah dituturkan cucu pertama mendiang Presiden pertama RI, Ir Soekarno, Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarno Putri—yang akrab disapa Puti Guntur Soekarno–di balik penerbitan cetakan ketiga buku “Bung Karno, Bapakku, Kawanku, Guruku”, Minggu (6/6/2021), yang disiarkan secara daring,dari kediaman Guntur Soekarnoputra di Jakarta.

“Isi buku ini menggambarkan relasi cinta ayah saya dengan Eyang Karno. Dan, ditulis ayah dengan cinta, kemudian saya terbitkan kembali dengan cinta. Buku ini juga menunjukkan cinta Eyang Karno kepada Tanah Air, terhadap sesamanya, rakyat Indonesia, cinta terhadap peradaban dan cinta kepada Indonesia,” tutur Puti saat menceritakan salah satu bagian menarik dari isi buku yang dicetak pertama kali di era Orde Baru, yakni tahun 1977, itu.

Meski rasa cinta sang ayah, Guntur Soekarnoputra, sangat besar kepada putrinya, Puti tetap diajarkan tanggung jawab.  “Ayah bilang kalau mau mengenal Eyang Karno dari buku ini, tidak bisa gratis tetapi harus membeli. Jadi, waktu masih kecil dulu, saya nabung dari uang jajan saya sampai Rp 1.700 untuk bisa beli buku ini,” papar anggota DPR yang pada 26 Juni mendatang berusia 50 tahun.

Di hadapan para undangan, seperti Try Sustrisno, Basuki Tjahaja Purnama, Ahmad Basarah, dan Krisdayanti, Puti menambahkan, buku ini jadi “jembatan” bagi generasi muda terhadap salah seorang tokoh sejarah yang humanis dan juga penggali Pancasila.”Dengan buku ini, diharapkan tak ada sekat dengan anak-anak muda mengenal Bung Karno,” papar Puti lagi.

Di acara itu, Guntur bersama para mantan anggota kelompok band Aneka Nada,  seperti Iwan Albdulrachman dan Iman Djumaedi, tampil melantunkan lagu-lagu lawas di era 1963-1964.

Sumber: Kompas.id, Puti Guntur Soekarno Cinta Eyang Karno, 08 Jun 2021 05:25 WIB 

Author photo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *