Ahmad Tohari, Literasi Modal Kemajuan
Budayawan Banyumas Ahmad Tohari (72) terus mendorong generasi muda meningkatkan pengetahuan dan pengembangan diri melalui literasi. Ia tidak hanya memberi nasihat, tetapi juga memberi teladan dengan tetap aktif menulis. Cerpennya, Mereka Mengeja Larangan Mengemis, terpilih sebagai Cerpen Pilihan Kompas 2019. Menurutnya, literasi adalah syarat utama pembentukan pribadi yang kuat, kompetitif, dan beruntung. Ahmad Tohari juga rutin berbagi pengalaman menulis, termasuk menjadi narasumber webinar bedah buku Di Tepi Serayu Aku Merindu. Ia mengajak anak muda untuk rajin membaca dan menulis demi kemajuan diri dan masa depan mereka.
*****
Budayawan Banyumas Ahmad Tohari (72) giat mendorong generasi muda untuk meningkatkan pengetahuan serta pengembangan diri melalui literasi. Di usianya yang sudah lanjut, Ahmad Tohari tidak sekadar menasihati, tetapi juga memberikan teladan. Ia terus menulis, bahkan baru-baru ini cerpennya berjudul Mereka Mengeja Larangan Mengemis mendapatkan penghargaan Cerpen Pilihan Kompas 2019.
”Dunia menulis adalah dunia literasi. Literasi adalah syarat utama pengembangan diri setiap orang, setiap manusia, setiap pribadi. Pribadi yang mengembangkan dirinya secara optimal, dia akan menjadi pribadi yang kuat, bisa bersaing, dan pasti beruntung,” kata Ahmad Tohari, di rumahnya Desa Tinggarjaya, Jatilawang, Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (8/7/2020).
Ahmad Tohari pekan depan bersiap berbagi pengalaman menulis dan menjadi narasumber untuk acara webinar bedah buku Di Tepi Serayu Aku Merindu (PT Gramedia Pustaka Utama, 2020) karya kolaborasi jurnalis Banyumas dan didukung Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto. ”Saya selalu punya komitmen untuk mengembangkan literasi, terutama untuk anak-anak muda. Mari anak-anak muda giatkan menulis dan membaca demi perkembangan diri Anda dan masa depan Anda sendiri,” kata penulis novel Ronggeng Dukuh Paruk ini.
Sumber: Kompas.id, Ahmad Tohari Literasi Modal Kemajuan, 13 Jul 2020 02:31 WIB
Leave a Reply