Dino Pati Djalal, Digaji dengan Dendeng Balado

Dino Patti Djalal ditawari Sandiaga Uno menjadi Chief Strategic Advisor di Kemenparekraf pada Januari 2021. Penunjukan ini didasarkan pada peran Dino sebagai pencetus Kongres Diaspora Indonesia. Tugas utamanya adalah menggerakkan diaspora Indonesia di seluruh dunia untuk mendukung pemulihan pariwisata dan pengembangan ekonomi kreatif nasional. Jabatan tersebut dijalani tanpa pelantikan dan bersifat pro bono, tanpa gaji resmi. Sebagai simbol, Dino hanya meminta “upah” sebungkus dendeng balado setiap bulan, permintaan yang disetujui Sandiaga Uno. Bagi Dino, substansi dan kontribusi nyata jauh lebih penting daripada formalitas jabatan.

*****

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal (55), Rabu (13/1/2021), dihubungi secara virtual oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga S Uno. Sahabatnya itu menawarkan jabatan di kementerian yang dipimpinnya bagi Dino. ”Saya diminta Pak Sandiaga Uno untuk menjadi Chief Strategic Advisor (Kepala Penasihat Strategis) di Kemenparekraf,” cerita Dino di Jakarta.

Jabatan dan tanggung jawab itu ditawarkan kepada Dino karena mantan Duta Besar Republik Indonesia di Amerika Serikat itu adalah pencetus Kongres Diaspora Indonesia. Sebagai pimpinan tim penasihat di Kemenparekraf, tugas utama Dino adalah menggerakkan diaspora Indonesia untuk membantu menumbuhkan pariwisata di negeri ini serta pengembangan ekonomi kreatif. Tidak ada pelantikan bagi Dino untuk menapaki tugas itu.

”Arahnya lebih ke membantu memobilisasi diaspora Indonesia untuk membantu pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia, terutama menjelang pemulihan ekonomi nasional. Namun, yang menarik, Pak Sandiaga Uno sepakat ini pekerjaan pro bono (gratis). Saya cukup dibayar dengan satu bungkus dendeng balado setiap bulan,” papar Dino, yang kini menjadi Chairman of Board of Trustee Indonesia Diaspora Network Global.

Dalam perbincangan dengan Sandiaga Uno, permintaan Dino itu pun disetujui. ”Dendeng balado dari Tanah Datar,” kata Menteri Parekraf.

Dino memang memiliki darah Sumatera Barat dari ayahnya, diplomat Hasjim Djalal.

Dino akan serius menjalankan tugas di Kemenparekraf itu meski tanpa gaji, kecuali sebungkus dendeng balado dan tanpa pelantikan. ”Bagi saya yang penting substansinya bukan formalitas,” tegas mantan Juru Bicara Kepresidenan itu.

Dino pun akan segera mengerahkan diaspora Indonesia di seluruh dunia untuk mendukung pariwisata dan ekonomi kreatif yang penting bagi pemulihan ekonomi negeri ini, seperti saat pandemi kini.

Sumber: Kompas.id, Dino Pati Djalal Digaji dengan Dendeng Balado, 15 Jan 2021 05:31 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *