Happy Salma, Monolog Inggit Ditunda

Pandemi Covid-19 membuat pementasan monolog Inggit Garnasih oleh Happy Salma tertunda dari 18 April menjadi 22 Agustus 2020 di Ciputra Artpreneur Theatre, Jakarta, sambil menunggu situasi membaik. Dari rumahnya di Bali, Happy tetap menyiapkan publikasi terbaru pementasan tersebut. Tagline monolog, “Ketika sejengkal adalah jarak yang terlampau jauh,” dianggapnya relevan dengan situasi pembatasan sosial saat ini, sebagai ajakan untuk “menepi dan menumbuhkan hubungan yang lebih mesra.” Lewat peran Inggit Garnasih, istri kedua Sukarno, Happy ingin mengajak penonton merenungkan keteguhan, cinta, dan kemanusiaan dalam masa sulit.

*****

Pandemi Covid-19 menimbulkan penundaan berbagai kegiatan kesenian. Termasuk rencana pentas Monolog Happy Salma dalam Teater Musikal Inggit Garnasih, yang dijadwalkan 18 April 2020 nanti di Ciputra Artpreneur Theatre, Jakarta.

“Untuk sementara ini, jadwal penundaan pentas monolog ditetapkan 22 Agustus 2020, meski tetap harus melihat situasinya nanti. Jadwal ini  sekitar lima bulan setelah wabah virus korona terjadi di negara kita, semoga semuanya sudah teratasi,” ujar Happy, Senin (6/4/2020) dari kediamannya di Bali.

Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, Happy pun tidak ke mana-mana. Ia tinggal di rumah bersama keluarganya.

Monolog Inggit diadaptasi dari buku roman karya Ramadhan KH. Happy, pendiri Titimangsa Foundation, ini pun segera mengirimkan publikasi terbaru untuk jadwal pementasan 22 Agustus 2020 nanti.

Di lembar elektronik untuk publikasi itu disertakan kutipan monolog, “Ketika sejengkal adalah jarak yang terlampau jauh.”

Happy berujar, “Tagline itu bisa karena sangat ingin bersatu, atau sebenar-benarnya jarak untuk kita mengucapkan kata ‘pisah’ atau menjauh.”

Di tengah pembatasan jarak interaksi untuk mengatasi pandemi Covid-19, kata-kata “sejengkal adalah jarak yang terlampau jauh” itu sungguh bermakna relektif. Happy mengatakan, Covid-19 saat ini mengajak kita untuk menepi.

“Menepi untuk menumbuhkan hubungan yang lebih mesra lagi,” tutur Happy.

Inggit Garnasih (1888-1984) menjadi isteri kedua Sukarno dengan pernikahan pada 24 Maret 1923 dan bertahan sampai 1942. Lewat pementasan ini, Happy mengajak untuk menengok kembali sosok Inggit Garnasih.

“Seperti sekarang ini, orang menanyakan apa khabar, itu sudah sangat sungguh-sungguh, bukan lagi basa-basi,” ujar Happy.

Sumber: Kompas.id, Happy Salma Monolog Inggit Ditunda, 09 Apr 2020 03:49 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *