
Erwin Parengkuan, Interaksi Daring sebagai Pilihan di Saat Normal Baru
Erwin Parengkuan, presenter dan praktisi komunikasi, melihat interaksi daring sebagai peluang besar di era normal baru. Bahkan sebelum pandemi, ia telah merencanakan pengembangan online learning di Talkinc, sekolah presenter dan public speaking. Pandemi mempercepat realisasi program tersebut. Selama masa pembatasan, Talkinc menggelar berbagai kelas daring, mulai dari sesi tiga jam hingga in house training seharian. Awalnya klien meragukan efektivitas pembelajaran daring, namun setelah mencoba, mereka justru terus meminta coaching online. Tantangan utama ialah menjaga fokus peserta karena banyak distraksi di rumah. Meski begitu, kelas daring lebih efisien waktu dan biaya, dengan syarat dukungan jaringan yang merata.
*****
Presenter, pembawa acara, dan praktisi komunikasi Erwin Parengkuan memandang interaksi daring sebagai kesempatan yang potensial. Dengan normal baru ini, orang jadi punya pilihan: bertemu di jagat nyata atau maya.
”Sebelum ada wabah korona, saya sudah programkan untuk ke arah itu (daring). Kami di Talkinc akan membesarkan online learning karena potensinya besar sekali. Dari tahun lalu sudah kami persiapkan. Adanya pandemi ini justru mempercepat realisasi programnya,” papar Erwin, Kamis (7/5/2020).
Biasanya, kelas di Talkinc berjalan reguler lewat pertemuan tatap muka. Selama masa pandemi, sekolah khusus presenter dan public speaking ini menggelar banyak pelatihan daring. Erwin membuat program sehari 3 jam bagi peserta yang berminat. Ada pula in house training yang berlangsung seharian, pukul 08.00-16.00.
”Semula banyak klien meragukan dampak belajar daring tidak akan maksimal. Tetapi setelah mereka mencoba, sekali dua kali, sukses, lalu berkesinambungan. Sekarang malah banyak yang minta coaching online,” ujarnya.
Kendala terbesar yang dihadapi adalah fokus peserta. ”Syarat belajar online itu harus fokus, tidak bisa ada distraksi, menuntut 100 persen konsentrasi. Tidak bisa ditawar. Tantangannya, karena berada di lingkungan rumah yang familiar, justru distraksi lebih banyak,” kata Erwin.
Dari segi waktu dan biaya, kelas daring jauh lebih efisien. Tinggal pekerjaan rumah pemerintah adalah menyediakan bandwith hingga ke pelosok agar semakin banyak orang bisa turut menambah pengetahuan.
Sumber: Kompas edisi 10 Mei 2020 di halaman 6 dengan judul “Punya Pilihan”.
Leave a Reply