Faye Simanjuntak, Tetap Bergerak meski Pandemi

Selama pandemi Covid-19, aktivitas Faye Simanjuntak tetap berjalan meski ruang geraknya terbatas. Pegiat sosial berusia 18 tahun ini menyesuaikan program Rumah Faye dengan kebutuhan, seperti mengalihkan sosialisasi menjadi distribusi bahan pokok dan menggelar forum anak secara daring. Ia juga terlibat riset bersama UNESCO dan proyek What is Up, Indonesia?. Pandemi mengajarkannya beradaptasi cepat sebagai generasi Z. Di tengah meningkatnya kasus perdagangan dan kekerasan seksual anak, Rumah Faye menangani puluhan korban sepanjang tahun. Meski situasi berat, Faye memilih terus bergerak melalui langkah-langkah kecil demi perlindungan anak.

*****

Selama pandemi, ruang gerak Faye Simanjuntak (18) makin terbatas. Namun, keterbatasan ini tidak menghentikan aktivitasnya. Pegiat sosial itu mengubah sejumlah rencana sesuai dengan kebutuhan komunitas-komunitas yang digerakkannya. Beberapa di antaranya, program sosialisasi berubah menjadi pendistribusian bahan pokok, forum anak digelar secara daring, dan sejumlah program lain.

”Meskipun situasinya tidak ideal, saya berterima kasih bisa mencetuskan dan mengimplementasikan rencana-rencana baru selama pandemi,” kata Faye kepada Kompas, Sabtu (2/1/2020). Salah satu proyek sosial yang dapat dikerjakannya adalah membuat riset dengan lembaga pendidikan dan kebudayaan dunia UNESCO serta terlibat aktif dalam proyek What is Up, Indonesia?

Bagi Faye, pandemi ini mengajarkannya untuk cepat beradaptasi. ”Namanya anak Gen-Z, mesti gercep, kan?” kata Faye, pendiri Rumah Faye, lembaga sosial yang menaruh perhatian pada kekerasan dan perdagangan anak.

Tidak hanya itu, kuliahnya tahun ini terpaksa dilakukan secara daring. Ini merupakan tahun pertamanyanya mencecap pendidikan di perguruan tinggi. Jika tidak ada pandemi, Faye menyatakan bahwa dirinya akan lebih sering di kampus. Namun, rupanya, dia memulai semester 1 kuliah dari rumah secara daring.

Tahun ini, bagi Faye bukanlah tahun yang mudah. Selama pandemi, terjadi peningkatan kasus perdagangan, eksploitasi, dan kekerasan seksual pada anak di Indonesia. Menurut Faye, kasus eksploitasi seksual daring (online) bermunculan lebih cepat daripada yang ia tangani di Rumah Faye.

Selama pandemi, Rumah Faye telah mendapat pengajuan kasus yang jauh meningkat jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. ”Tahun ini, kami menerima 49 anak perempuan dan 3 anak balita di rumah aman kami,” ujarnya.

Angka-angka ini berarti bahwa menjaga harapan dan semangat selama pandemi Covid-19 adalah hal yang sangat sulit. Meski begitu, dia belum ingin mengibarkan bendera putih alias menyerah. Dia dan rekan-rekannya sesama pegiat sedang mencari solusi yang tepat. ”Saya harus membuat pilihan untuk terus melakukan hal-hal kecil,” kata Faye.

Sumber: Kompas.id, Faye Simanjuntak Tetap Bergerak meski Pandemi, 06 Jan 2021 05:05 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *