Mohammad Istiqamah Djamad, Menikmati Proses Bumi

Musisi Mohammad Istiqamah Djamad atau Is (Pusakata) melihat pandemi Covid-19 sebagai kesempatan bagi Bumi untuk “menyembuhkan diri” dan manusia untuk introspeksi. Ia menilai pandemi menyingkap sifat manusia, baik kelemahan maupun kebaikan. Selama di rumah di Makassar, Is mengisi waktu dengan bersih-bersih, mengganti senar gitar, memasak, dan mengajar anak-anaknya mengaji. Pandemi juga mempererat hubungan keluarga. Proyek musiknya, Sisir Kota Pesisir, dihentikan sementara, meski ia sempat merilis lagu “Pejamkan Matamu” yang diciptakan di Danau Tolire, Ternate. Perjalanan ke Belitung, Luwuk-Banggai, dan Aceh ditunda untuk sementara. Is menikmati proses bumi sembari menenangkan diri.

*****

Musisi Mohammad Istiqamah Djamad atau yang akrab di sapa Is menilai pendemi korona adalah saatnya Bumi menyembuhkan diri. Maka dari itu, dia merelakannya dan bahkan ikut menikmati bumi berproses ini.

”Buat saya, ini adalah saatnya manusia melihat bahwa virus sebenarnya adalah manusia,” kata Is dari rumahnya di Makassar via aplikasi percakapan, Rabu (15/4/2020).

Bagi dia, manusia itu makhluk kecil yang sombong dan sok bisa segalanya, tetapi begitu mendapat ujian sedikit seperti Covid ini, langsung kikuk. ”Manjanya kelihatan. Oportunisnya makin kelihatan. Lemahnya kelihatan. Meski banyak juga yang terlihat kualitas kebaikannya saat ini,” kata pria yang sekarang memakai nama panggung Pusakata ini.

Dia menambahkan, sebagian besar manusia sekarang ini hanya mengeluh, mengumpat, gelisah, dan marah. Banyak yang lupa bersyukur telah diberi alam yang luas untuk dijelajahi dan dipelihara.

Is memanfaatkan waktu di rumah dengan bersih-bersih rumah, mengganti senar gitar, memasak, dan mengajar anak-anaknya mengaji. Selain makin dekat dengan keluarga, di mata Is, korona mendekatkan banyak orang.

Untuk sementara dia menghentikan proyek Sisir Kota Pesisir. Awal April lalu dia merilis lagu ”Pejamkan Matamu” yang diciptakan di Danau Tolire, Ternate. Semestinya tahun ini ada empat tujuan. Selain Tolire, daerah lain adalah Belitung, Luwuk-Banggai, dan Aceh. Namun, proyek itu dihentikan sementara karena korona.

Sumber: Kompas.id, Mohammad Istiqamah Djamad Menikmati Proses Bumi, 23 Apr 2020 03:14 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *