Widika Sidmore, Galau Berbusana

Widika Sidmore, model yang memulai karier di New York, adalah penggemar mode berkelanjutan sebelum tren itu populer. Lima tahun lalu, ia kesulitan menemukan busana ramah lingkungan karena harga mahal dan bahan langka. Dalam peluncuran lini mode Drips by SVH, Widika mengenakan busana 100% katun berkelanjutan, ditampilkan dalam video YouTube di Cikole, Bandung. Pulang ke Indonesia, ia menyesuaikan gaya berbusana dengan cuaca tropis, memilih pakaian uniseks dan klasik yang nyaman, bergaya, serta praktis untuk kerja atau pertemuan. Widika menekankan pentingnya busana yang fashionable namun tetap ramah lingkungan dan nyaman dipakai sehari-hari.

*****

Model Widika Sidmore merupakan penggemar berat untuk segala sesuatu yang terkait dengan daur ulang. Ketika tren mode berkelanjutan belum merebak seperti saat ini, Widika sudah fanatik memakai produk mode ramah lingkungan. Lima tahun lalu, ia masih merasa sulit menemukan busana yang mengusung komitmen mode yang berkelanjutan.

”Aku struggling dengan fast fashion. Mencari brand sustainable itu dulu susah banget. Nggak cuma mahal, material susah dicari zaman itu. Five years ago. Suka konsep conscious living dan ecofriendly material,” ujar Widika dalam jumpa pers virtual peluncuran lini mode terbaru SVH, yaitu Drips by SVH ”Volume 1”, Jumat (23/4/2021).

Dalam koleksi Drips by SVH, Widika berperan sebagai model yang memakai busana dengan bahan berkelanjutan 100 persen katun. Dalam video pergelaran busana yang kemudian diunggah di Youtube itu, Widika tampil di antara pepohonan di kawasan Cikole, Bandung. ”Sustainable fashion ini sesuatu yang aku dari dulu suka banget. Aku huge follower and big fan of sustainable fashion,” tambah Widika yang mengawali karier sebagai model di New York.

Ketika pulang ke Indonesia dari Amerika Serikat, Widika sempat galau tentang gaya berbusana yang harus dipakainya dalam keseharian. Ia menginginkan busana yang nyaman, tidak lengket keringat, tetap bergaya, dan ramah dengan cuaca di Indonesia. Widika lantas menjatuhkan pilihan pada gaya berbusana uniseks dan klasik yang memadukan gaya jalanan dan kenyamanan.

”Fashion tren beda dengan ketika tinggal di luar negeri. Bootsweater layering nggak bisa lagi dipakai. Lebih sering cari pakaian yang friendly dengan cuaca. Kemeja atau celana panjang yang lebih mudah aku gunakan kerja atau meeting lebih nyaman. Baju yang fashionable yang meetable with life,” ujar Widika.

Sumber: ompas edisi 11 Mei 2021 di halaman 16 dengan judul “Widika Sidmore Galau Berbusana”.

Author photo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *