Eti Herawati, Tinjau Pengerukan Sungai Walaupun Sedang Sakit

Eti Herawati, Wakil Wali Kota Cirebon berusia 53 tahun, dikenal sebagai sosok tangguh dan berdedikasi tinggi. Meski kakinya patah akibat jatuh dari tangga saat malam tahun baru 2020, ia tetap meninjau langsung pengerukan Sungai Cikalong yang sempat meluap dan merendam 200 rumah. Dengan kaki dibalut perban dan alat bantu, Eti tetap aktif bekerja, termasuk mendampingi kunjungan Menteri Perhubungan. Baginya, pejabat harus turun ke lapangan agar memahami persoalan masyarakat. Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon ini menolak diam meski sakit, menunjukkan komitmen kuat terhadap pelayanan publik dan penanganan bencana.

*****

Wakil Wali Kota Cirebon Eti Herawati dipapah ajudannya saat meninjau Sungai Cikalong di Kelurahan Larangan, Kecamatan Harjamukti, Rabu (15/1/2020). Perban dan alat bantu mirip sepatu Robocop membungkus kaki kanannya. Kaki kirinya beralaskan sendal.

Patah tulang tidak mengurungkan niatnya mengecek pengerukan sungai. Apalagi, Senin (13/1/2020) malam lalu, sungai yang lebarnya hanya sekitar 3 meter itu meluap dan merendam sekitar 200 rumah warga di Kelurahan Kalijaga. Tidak ada korban jiwa meskipun empat warga mengungsi.

”Jangan sampai kejadian (banjir) kemarin terulang,” kata mantan Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon tersebut. Itu sebabnya, pengerukan sungai dilakukan sepanjang 2 kilometer. Sedimentasi di sungai yang berhulu di Kabupaten Kuningan, Jabar, itu mencapai 5 meter, lebih lebar dibandingkan dengan badan sungai.

Sejumlah aparatur sipil negara Kota Cirebon yang hadir pun berjanji mengawasi pengerukan dan meminta Eti tidak memaksakan kondisi fisiknya yang kurang fit. Namun, perempuan berusia 53 tahun ini bergeming.

Ia bahkan masih mengunjungi posko banjir di Kalijaga dan menerima sejumlah tamu di kantornya. ”Nyut-nyut, sih, kakinya. Namun, di rumah juga enggak ngapa-ngapain. Kita (saya) bli gelem (enggak mau) diam,” katanya.

Kaki kanannya mulai sakit saat jatuh dari tangga rumah, malam tahun baru, Selasa (31/12/2019). Setelah diurut, ia kembali beraktivitas, termasuk mendampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi keesokan harinya. Ia bersikeras bertemu Budi untuk menyampaikan keluhan masyarakat terkait kemacetan karena dipicu pelintasan sebidang kereta api.

Setiap hari, lebih dari 190 perjalanan kereta api melintasi kota seluas 37 kilometer persegi tersebut. Artinya, setiap tujuh menit, ada saja kereta yang lewat. ”Alhamdulillah, pemerintah pusat akan membangun rel layang yang dipadukan dengan kereta api cepat Jakarta-Surabaya,” katanya.

”Kalau saya enggak ke Cirebon, saya tidak tahu masalah ini. Pembangunan rel layang dimulai 2020 dan beroperasi 2026,” ujar Budi saat itu.

Beberapa hari kemudian, kakinya kembali meradang. Tidak tahan dengan rasa sakitnya, Eti pun ke rumah sakit. Ia dirawat sekitar seminggu dan menjalani operasi. Jahitan sepanjang 11 sentimeter masih melekat di kakinya. ”Enggak tahu kapan sembuhnya,” ucapnya.

Baginya, selama masih bisa jalan, meskipun sakit, pejabat harus turun ke lapangan agar mengerti masalah. Belakangan, sejumlah pejabat tiba-tiba sakit ketika terjerat kasus hukum, seperti korupsi.

Sumber: Kompas.id, Meski Sakit, Wakil Wali Kota Cirebon Eti Herawati Tetap Tinjau Pengerukan Sungai, 19 Jan 2020 18:36 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *