
Sapardi Djoko Damono, Ultah Ke-80 di Instagram
Sapardi Djoko Damono, lahir di Solo pada 20 Maret 1940, merayakan ulang tahunnya yang ke-80 secara sederhana akibat pandemi Covid-19. Perayaan di Taman Ismail Marzuki batal, namun ia tetap berinteraksi dengan penggemar melalui siaran langsung di Instagram sambil membacakan puisinya. Sapardi, yang telah menerbitkan lebih dari 50 buku, memperkenalkan buku puisi terbarunya berjudul mBOEL berisi 80 sajak sebagai persembahan untuk istrinya. Meski pensiun, ia tetap produktif menulis setiap hari, bahkan tengah mempersiapkan beberapa naskah baru. Di usia senja, Sapardi tetap setia pada dunia sastra yang dicintainya.
*****
Lahir di Solo pada 20 Maret 1940, Sapardi Djoko Damono baru saja menyeberang ke usia 80 tahun. Perayaan ulang tahunnya yang direncanakan akan digelar di Taman Ismail Marzuki urung dilaksanakan akibat merebaknya Covid-19. Namun, kebahagiaan menapaki usia baru tetap dirayakannya bersama penggemar lewat media sosial.
Tepat tengah malam jelang ulang tahunnya pada Jumat (20/3/2020), Sapardi siaran langsung diiringi pembacaan karyanya di laman Instagram. ”Heran, kok, umur saya bisa 80 tahun. Saya merasa justru sekarang ini, saya harus meneruskan yang saya sukai, yaitu menulis. Setiap hari saya ngetik,” ujar Sapardi yang telah menerbitkan lebih dari 50 buku berbagai jenis: puisi, cerpen, dan teori sastra.
Momentum ulang tahun juga digunakan Sapardi untuk sekaligus memperkenalkan buku puisi terbarunya berjudul mBOEL yang berisi 80 sajak. ”Mboel itu nama istri saya. Saya nulis 80 sajak untuk istri saya. Hadiah selama ini menyayangi saya. Kalau orang Inggris bilang tribute to,” ujarnya ketika dihubungi pada Kamis (19/3/2020).
Untuk Juni mendatang, Sapardi akan meluncurkan 2-3 naskah baru. Sapardi mengisi hari-harinya setelah pensiun dengan rutin menulis setiap hari. Biasanya, dia membatasi 30 menit tiap kali menulis. ”Diselingi tiduran atau jalan. Bisa kapan saja dan sekaligus beberapa naskah. Kadang jam 3 pagi enggak bisa tidur, ya, kerja sampai subuh,” kata Sapardi.
Jika tidak karena merebaknya Covid-19, Sapardi masih mengajar, antara lain di pascasarjana IKJ. ”Masalah orangtua seperti saya ini, kan, punya hobi baru: hobinya keluar masuk rumah sakit. Hobi mahal. Enggak apa-apa. Memang harus begitu. HB saya rendah, jadi kadang harus transfusi darah,” katanya. Selamat ulang tahun dan sehat selalu Eyang!
Sumber: Kompas.id, Sapardi Djoko Damono Ultah Ke-80 di Instagram, 23 Mar 2020 03:56 WIB