Intan Soekotjo, Jamu ”New Normal”

Selama pandemi, penyanyi Intan Soekotjo bersama ibunya, Sundari Soekotjo, memproduksi jamu kemasan botol di rumah. Mereka mengolah bahan herbal sendiri hingga dikemas, menjaga kualitas dan kebersihan. Ada empat varian: beras kencur, beras kencur plus kunyit, empon-empon, dan kunyit asam, dengan ukuran botol 250 ml hingga 1 liter. Minuman jamu ini diyakini menyegarkan sekaligus meningkatkan imunitas tubuh. Selain dikonsumsi sendiri, jamu juga bisa dijadikan bingkisan. Intan menekankan kegiatan ini bermanfaat secara positif di masa pandemi dan membantu memperkenalkan jamu tradisional kepada anak-anak yang jarang mengenalnya.

*****

Masa pandemi membuat sebagian orang berupaya terus untuk kreatif, terutama saat ada banyak waktu memang dihabiskan di rumah saja. Tak terkecuali artis penyanyi Intan Soekotjo. Bersama sang mama, penyanyi keroncong legendaris Sundari Soekotjo, Intan memproduksi minuman jamu kemasan botol sekali minum di rumahnya.

Semua  pembuatan jamu dikerjakan keduanya mulai dari memotong dan menghaluskan bahan baku herbal hingga pengemasan. Minuman jamu segar sekali minum seperti itu, menurut Intan, cocok dikonsumsi di masa pandemi seperti sekarang. Selain menyegarkan, minuman jamu diyakini berkhasiat meningkatkan imunitas tubuh.

”Ini benar-benar homemade bikinan sendiri. Saya dan ibu. Di masa pandemi ini kami juga tidak terlalu melibatkan banyak orang dalam proses produksinya agar menjaga kualitas dan kebersihan. Selain mengupas (bahan baku jamu) sendiri, kami juga pakai air distilasi dan tambahan garam Himalaya,” ujar Intan berpromosi saat dihubungi per telepon, beberapa waktu lalu.

Setidaknya ada empat varian jamu kemasan botol, yang diproduksi Intan. Keempatnya  adalah beras kencur, beras kencur plus kunyit, empon-empon, dan kunyit asam. Jamu buatannya itu kemudian dikemas dalam botol plastik dengan beragam ukuran, mulai dari 250 mililiter hingga satu liter.

”Jadi, jamu buatan kami selain bisa menyehatkan orang lain juga bisa menyehatkan diri kami sendiri karena bisa berkegiatan positif di masa pandemi. Yang bikin saya juga senang ternyata banyak anak menyukai rasanya,” ujar Intan.

Menurut Intan, tak banyak anak zaman sekarang yang tahu atau bahkan sekadar terbiasa dengan minuman jamu tradisional. Selain untuk dikonsumsi sendiri, jamu kemasan botol buatan Intan juga bisa dijadikan bingkisan (hampers) ala new normal.

Sumber: Kompas.id, Intan Soekotjo Jamu ”New Normal”, 28 Nov 2020 09:00 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *