Monita Tahalea, Dari Balik Jendela

Monita Tahalea merilis album ketiganya berjudul Dari Balik Jendela pada 13 Maret 2020. Album berisi 10 lagu ini mengusung genre yang ia sebut folktronik, perpaduan elemen musik folk dan elektronik. Monita menuturkan bahwa album ini lahir dari perjalanan lima tahun penuh refleksi, mencakup masa sebelum dan sesudah pernikahannya. Ia ingin pendengar menemukan makna pribadi “di balik jendela” masing-masing. Lewat karya ini, Monita menampilkan kedewasaan musikal dan spiritualnya, menganggap musik sebagai perjalanan dan anugerah yang memungkinkan dirinya menulis, bernyanyi, dan menyampaikan rasa secara jujur dan mendalam.

*****

Lama tak terdengar kabarnya, Monita Tahalea meluncurkan album terbarunya, Dari Balik Jendela. Di album ini, Monita mengusung genre musik yang disebutnya folktronik.

“Sebutan Foltronik supaya mempermudah aja, untuk orang-orang mengerti ada elemen apa aja di album ini. Karena sebenarnya kalau dibilang genre pun, aku lebih memilih untuk tidak menetapkan laguku di genre mana pun. Mungkin dari segi elemen musik lebih terinspirasi musik Folk, terus isinya banyak elektroniknya. Dijadiin satu dengan sebutan Folktronik,” tutur Monita.

Di album yang berisi 10 lagu ini, Monita berkisah tentang angan dalam suatu ruang dan waktu. Monita ingin setiap orang yang mendengar lagu-lagu di album itu memiliki makna di balik jendela-nya masing-masing.

“Selama 5 tahun perjalanan setelah album ke-2, aku memasuki musim kehidupan yang berbeda. Mulai dari aku banyak manggung, lalu kehidupan sebelum menikah dan setelah menikah. Banyak renungan yang terjadi. Album ini diberi nama Dari Balik Jendela, karena aku tidak ingin membatasi makna album ini buat teman-teman yang mendengarkannya nanti,” jelasnya.

Yang pasti, melalui album Dari Balik Jendela yang dirilis secara digital tanggal 13 Maret 2020, pecinta musik akan mendengar perjalanan dan kedalaman seorang Monita Tahalea sebagai penyanyi, juga seniman.

“Aku enggak tahu kenapa aku bisa berjalan sampai sejauh ini di musik, bahkan mendapat kemampuan untuk menulis lirik, menyanyikan atau menyampaikan rasa pada sebuah lagu. Buat aku, musik adalah sebuah perjalanan, itu sepenuhnya anugerah pemilik kehidupan ini,” katanya.

Sumber: Kompas.id, Monita Tahalea Dari Balik Jendela, 23 Mar 2020 05:00 WIB