
Musa Widyatmodjo, Ibarat Batu Kali
Desainer Musa Widyatmodjo, yang berpengalaman 30 tahun di industri mode Indonesia, menyebut dampak pandemi sebagai “batu kali” yang harus dihadapi dengan ketekunan dan semangat belajar. Ia mendorong generasi muda pelaku mode untuk terus berkarya dan memanfaatkan peluang digital untuk memasarkan produk. Selama pandemi, Musa aktif mengembangkan wastra Nusantara melalui diskusi daring seperti “Bincang Batik: Milenialisasi Perdagangan Batik”, yang menghadirkan pengusaha muda di bidang mode. Kunci bertahan menurutnya adalah mentalitas kuat, konsistensi, dan dedikasi total terhadap brand, karena bagi Musa, brand yang dijalankan merupakan cerminan identitas dan komitmennya sendiri.
*****
Pukulan dampak pandemi masih terus dirasakan para pelaku industri mode Tanah Air. Tantangan mulai ibarat kerikil, batu kali, hingga gunung, menurut desainer Musa Widyatmodjo, adalah sesuatu yang sudah biasa dijumpainya sejak memulai bisnisnya 30 tahun lalu.
Dari kendala itu, ia justru mengajak para pelaku industri mode yang masih muda untuk terus belajar dan berkarya. ”Tantangan akibat pandemi ini ibarat batu kali. Karena kalau gunung kok ya rasanya besar dan berat banget. Never stop learning,” ujar Musa saat dihubungi, Selasa (21/7/2020).
Pada masa pandemi ini, Musa pun harus kembali belajar untuk memulai memasarkan produk mode secara daring. Mau tak mau, ia harus menghubungkan diri dengan dunia digital. ”Enggak pernah berhenti untuk meng-upgrade perusahaan. Tidak sekadar jualan,” tambahnya.
Di tengah pandemi pula, Musa tetap fokus pada pengembangan wastra Nusantara. Pada Kamis (16/7/2020), misalnya, ia membuat diskusi daring: ”Bincang Batik: Milenialisasi Perdagangan Batik” yang sudah digelar dua kali. Perbincangan yang dihadiri generasi muda pencinta batik ini mendatangkan pula pembicara pengusaha muda di bidang mode, seperti Carlina Eriano dari Simple 8 The Label dan Rizki Triana dari Oemah Etnik.
Kunci kesuksesan bertahan di industri mode, kata Musa, terletak pada mentalitas dan konsistensi menapaki perjalanan yang panjang. ”Sebagai seorang pengusaha, pekerjaan saya tidak akan pernah berhenti, kecuali brand tutup atau saya meninggal dunia. Brand itu benar-benar adalah saya,” kata Musa.
Sumber: Kompas.id, Musa Widyatmodjo Ibarat Batu Kali, 25 Jul 2020 05:00 WIB
Leave a Reply