Jusuf Kalla, Perjalanan antara Mekkah dan Vatikan

Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, kembali menegaskan komitmennya pada isu kemanusiaan dan perdamaian. Ia terlibat sebagai juri Sayed Award for Human Fraternity, anugerah yang lahir dari pertemuan Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar untuk mendorong persaudaraan dan menangkal radikalisme. Pada 20 Oktober 2020, Kalla dijadwalkan berkunjung ke Vatikan, Roma, dan Mekkah, termasuk bertemu Paus serta menghadiri penandatanganan kerja sama pendirian Museum Sejarah Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam di Indonesia. Menurutnya, keterlibatan ini merupakan kehormatan bagi Indonesia.

*****

Bertemu dengan Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, tak pernah lepas dari bicara soal kemanusiaan dan perdamaian. Sambil menikmati lontong sayur dan bubur Manado, yang dimasak sang istri, Ny Mufidah Jusuf Kalla, di rumahnya di kawasan Kebayoran Baru, Selasa (13/10/2020), pekan lalu, Kalla menceritakan keterlibatannya sebagai salah seorang juri pada Sayed Award for Human Fraternity.

”Besok, Selasa (20/10/2020), selama sepekan, saya akan terbang ke Vatikan, Roma, dan Mekkah, Arab Saudi. Selain bertemu dengan pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus, di Vatikan, saya juga akan menghadiri penandatanganan perjanjian kerja sama di Mekkah soal pendirian Museum Sejarah Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam di Indonesia,” tuturnya.

Menurut Ketua Umum Palang Merah Indonesia, yang juga Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia ini, selain mendapat masukan dari Paus, para juri Sayed Award for Human Fraternity juga akan melakukan rapat tatap muka setelah beberapa kali rapat dilakukan secara virtual sejak September.

”Di Vatikan, kami akan dapat masukan dari Paus sebelum memilih tokoh untuk persaudaraan kemanusiaan Sayed Award for Human Fraternity,” ujar Kalla.

Sayed Award for Human Fraternity merupakan anugerah persaudaraan kemanusiaan yang digagas pasca-pertemuan Paus Fransiskus dengan Imam Besar Al-Azhar Syeikh Ahmad al-Tayeb. Pertemuan itu menghasilkan Dokumen Abu Dhabi tentang persaudaraan untuk perdamaian dunia dan hidup berdampingan guna menangkal radikalisme serta terorisme. Dokumen bersejarah itu ditandatangani di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 5 Februari 2019.

”Ini sebuah penghormatan untuk Indonesia. Saya hanya salah seorang dari lima juri yang mewakili berbagai kawasan di dunia,” ujar Kalla, Minggu (18/10/2020), saat dikontak kembali.

Sumber: Kompas.id, Jusuf Kalla Perjalanan antara Mekkah dan Vatikan, 20 Okt 2020 05:00 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *