Dewi Gita, Tak Luntur

Dewi Gita (49), penyanyi yang dikenal mencintai seni tradisi, terkejut saat mendengar putrinya, Naja (18), secara alami menyanyikan nada-nada pentatonis tanpa diajari. Ia menduga kebiasaan Naja mendengar Dewi berlatih di rumah menjadi pengaruh besar. Dewi sendiri sejak remaja aktif di seni tradisional, mulai dari menari hingga meraih juara menyanyi keroncong se-Jawa Barat pada 1988. Dalam setiap karya, ia menyisipkan unsur tradisi sebagai bentuk kecintaan terhadap budaya. Dewi juga tampil dengan koreografi tari tradisional dan memainkan gamelan Sunda. Ia berharap kecintaan pada seni tradisi terus diwariskan kepada generasi muda.

*****

Buah memang tidak pernah jatuh jauh dari pohonnya. Itulah yang dialami Dewi Gita (49) ketika melihat anak semata wayangnya, Naja Dewi Maulana (18), mulai menyelipkan nada-nada pentatonis atau sedikit berlanggam saat menyanyi. Padahal, Dewi tak mengajarkan secara langsung kepada putrinya untuk bernyanyi demikian.

”Saya juga kaget. Belum lama ini masuk ke studio rekaman dan dia menyanyi. Tiba-tiba di tengah lagu, ada nada yang enggak biasa dinyanyiin. Padahal, enggak saya ajarin, tapi mungkin karena tiap hari dia dengar ibunya latihan di rumah. Karena, kan, ngelanggam itu harus diasah terus, jadi dia selalu dengar, entah saya hanya humming atau keras,” ujar Dewi.

Sejak kecil Dewi sudah aktif di dunia seni tradisi. Berawal dari menari, Dewi mulai menekuni dunia tarik suara pada usia 18 tahun. Bahkan, ia pernah meraih juara menyanyi keroncong se-Jawa Barat pada 1988. Dalam karyanya, Dewi pun selalu berupaya menyisipkan nada-nada tradisional, baik di bagian intro maupun interlude lagu sebagai bentuk kecintaannya pada seni tradisi.

Dalam aksi panggungnya, Dewi juga kerap menampilkan koreografi yang berdasarkan tari-tari tradisional. Ia juga piawai memainkan gamelan Sunda yang diperolehnya saat kuliah di ASTI (kini Institut Seni Budaya Indonesia/ISBI) Bandung.

Dewi pun berharap seni tradisi tak luntur dan berlanjut di tangan generasi muda saat ini.

Sumber:Kompas edisi 23 Februari 2020 di halaman 8 dengan judul “Tak Luntur”.