Youn Yuh-jung, Nenek Korea Pencetak Sejarah

Youn Yuh-jung, aktris Korea kelahiran 1947, mencetak sejarah sebagai orang Korea pertama yang meraih Oscar Aktris Pendukung Terbaik lewat Minari. Film ini mengangkat kisah keluarga imigran Korea di AS, dengan Youn berperan sebagai nenek otentik yang jenaka dan nyeleneh. Kariernya dimulai pada 1971 lewat Woman of Fire, sempat meredup saat bercerai dan tinggal di AS, namun ia bangkit kembali di Korea, menekuni peran ibu atau nenek dengan karakter unik. Pengalaman hidupnya yang penuh perjuangan dan pantang menyerah tercermin dalam aktingnya. Kemenangan Oscar sekaligus menegaskan kekuatan industri film Korea dan dedikasi Youn dalam dunia akting.

*****

Di usia senja, Youn Yuh-jung mencatat prestasi yang belum pernah ditorehkan bintang film Korea mana pun: merebut Oscar. Penghargaan ini menjadi muara dari kerja keras dan pengalaman hidupnya yang berliku-liku.

Youn menjadi orang Korea pertama yang berhasil merebut Oscar di bidang akting untuk kategori Aktris Pendukung Terbaik lewat film Minari. Prestasi Youn ini kian mengukuhkan kekuatan industri film Korea di ajang Academy Awards yang ditunjukkan mulai tahun lalu.

Saat itu, Bong Joon-ho lewat film Parasite benar-benar membuka mata dunia soal kehebatan industri film Korea dengan merebut empat Oscar sekaligus, yakni Sutradara Terbaik, Skenario Terbaik, Film Terbaik, dan Film Internasional Terbaik.

Kemenangan Youn diumumkan oleh Brad Pitt di Los Angeles, Minggu (25/4/2021) waktu setempat. Saat berada di depan mikrofon, Youn yang jenaka berucap, ”Mr Brad Pitt, akhirnya, senang bertemu Anda…. Biasanya ketika saya tinggal di belahan dunia lain, saya hanya menonton Oscar di televisi. Tapi, (sekarang) saya berada di sini. Saya tidak percaya saya ada di sini. Oke, tolong beri waktu saya untuk menenangkan diri.”

Di Korea, jutaan orang menatap Youn lewat layar kaca dengan rasa senang dan bangga. Di antara mereka adalah para pekerja yang sedang bergegas mengejar kereta di stasiun-stasiun, namun memutuskan untuk berhenti sejenak menyaksikan kemenangan Youn lewat televisi. Kantor berita Korea, Yonhap, mencatat, acara Oscar yang ditayangkan langsung di Korea lewat televisi kabel TV Chosun, Senin (26/4) pagi, mencatat rating 7,88 persen. Angka ini tiga kali lipat dari rating pada waktu yang sama pekan lalu.

Pencapaian Youn dirayakan oleh banyak orang Korea Selatan, mulai dari insan film, politisi, hingga para petani yang membudidayakan sayuran minari. Presiden Moon Jae-in mengatakan, prestasi Youn membuat orang Korea semakin bangga pada budaya dan seni mereka. Ternyata, kisah-kisah yang diangkat dari pengalaman hidup orang Korea menarik hati banyak orang ketika difilmkan.

Sebagaimana ParasiteMinari diangkat dari pengalaman hidup orang Korea. Minari menggambarkan kisah keluarga imigran Korea yang berusaha keras hidup di AS. Kisah ini diambil dari pengalaman hidup sutradara Minari, Lee Isaac Chung, yang tumbuh dalam keluarga imigran Korea yang tinggal di perdesaan kulit putih di Arkansas pada era ’80-an.

Dalam film itu, Youn berperan sebagai Soon-ja, seorang nenek di keluarga imigran Korea di AS. Seperti nenek Korea pada umumnya, Soon-ja tak segan menyusul anak perempuannya sambil membawa oleh-oleh makanan ke tanah rantau. Meski begitu, ia juga digambarkan sebagai nenek yang karakternya otentik, suka ngomong jorok dan memakai pakaian dalam laki-laki.

Kisah Minari terhubung dengan banyak pengalaman orang Korea, terutama generasi terdahulu yang bekerja keras agar bisa bangkit dari reruntuhan perang, termasuk dengan bermigrasi ke AS. Dalam film Minari, spirit pantang menyerah mereka disimbolisasikan dengan tanaman minari, sayur yang biasa ditanam dan disantap orang Korea. Tanaman itu bisa tumbuh subur di mana saja ia berakar.

Youn termasuk salah seorang warga Korea yang pernah merantau ke AS untuk mengejar mimpi hidup lebih baik pada era ’70-an.

Melawan stigma

Youn lahir pada tahun 1947 di Kaesong, yang sekarang berada di wilayah Korea Utara. Ia memulai debutnya di dunia film lewat Woman of Fire (1971) besutan sutradara Kim Ki-young. Di film itu, ia berperan sebagai pembantu rumah tangga yang dihamili oleh kepala keluarga di rumah tempat ia bekerja.

Film thriller ini sukses secara komersial dan dianggap sebagai film klasik dalam sinema modern Korea Selatan. Keberhasilan film ini juga menaikkan pamor Youn sekaligus membawanya ke masa kejayaan pertama. Namun, tahun 1975, masa kejayaannya berakhir ketika ia menikah dengan Jo Young-nam. Pasangan ini kemudian bermigrasi ke AS untuk mencari kehidupan yang lebih baik.

Tahun 1984, Youn memutuskan kembali ke Korea dan menceraikan Jo tiga tahun kemudian. Di Korea, ia mesti berjuang dari awal untuk meneruskan karier demi menghidupi dua anaknya. Pada saat yang sama, ia berjuang menghadapi stigma sebagai janda cerai.

”Saat itu, (perempuan yang) bercerai seperti mendapat label buruk…. Ada hal-hal yang mendikte perempuan agar tidak terlalu cepat tampil di televisi setelah bercerai,” ujar Youn kepada majalah Korea pada 2009, seperti dikutip AFP.

Namun, Youn melawan itu semua. Ia berusaha mendapatkan peran, betapa pun kecilnya, di televisi. ”Saya bekerja sangat keras. Saya melakukan ini demi memberi makan anak-anak saya. Saya akan bilang ya meski saya diminta meniti 100 anak tangga,” kenangnya.

Tahun 1990-an, Youn secara reguler tampil di drama televisi dengan peran sebagai ibu-ibu atau nenek-nenek. Lebih dari satu dekade kemudian, ia baru mendapat peran layar lebar lewat film A Good Lawyer’s Wife besutan Im Sang-soo. Di situ, ia berperan sebagai ibu mertua yang aneh dalam keluarga berantakan.

Ia terus mendapat peran sebagai ibu atau nenek bertahun-tahun kemudian. Namun, karakter ibu atau nenek yang ia mainkan sering kali tidak lazim. Ia, misalnya, berperan sebagai ahli waris kejam yang dikhianati oleh suaminya, pelacur tua di rumah bordil untuk tentara AS di Korea, dan di film Minari  menjadi nenek yang suka ngomong jorok.

”Sepanjang kariernya, Youn memang harus mengarungi lautan persaingan yang ketat untuk mendapatkan peran di tengah industri film yang cenderung fokus pada bintang muda dan sering kali laki-laki,” ujar Jason Bechervaise, profesor di Korea Soongsil Cyber University di Seoul.

Youn membuktikan bahwa kerja keras, pengalaman yang berliku, dan daya hidupnya yang sekuat tanaman minari membuat ia bisa bertahan di industri film yang keras. Oscar adalah salah satu bentuk pengakuan atas kariernya yang membentang panjang.

Sumber: Kompas edisi 28 April 2021 di halaman 16 dengan judul “Youn Yuh-jung, Nenek Korea Pencetak Sejarah”.

Author photo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *