Melissa Karim, Bersua Ikan Cantik di Laut

Pembawa acara dan penyiar radio Melissa Karim mengaku pengalaman paling mengesankan melihat ikan hias terjadi saat snorkeling di Wakatobi, Sulawesi Tenggara, sebelum pandemi Covid-19. Ia terkesan bisa melihat langsung ribuan ikan kecil berwarna-warni, penyu, dan ubur-ubur di habitat alaminya, sesuatu yang biasanya hanya ditemui di akuarium. Keindahan laut Wakatobi membuatnya takjub hingga berdoa di dalam air. Liburan bersama adik dan sahabat penyelam menambah kesan mendalam. Meski hanya snorkeling karena belum berani menyelam, pengalaman itu membuat Melissa sangat rindu menjelajah kembali laut Indonesia setelah pandemi berakhir.

*****

Perjumpaan dengan ikan hias paling mengesankan bagi pembawa acara dan penyiar radio Melissa Karim adalah di Wakatobi, Sulawesi Tenggara, beberapa waktu sebelum pandemi Covid-19. Dia bisa berada sangat dekat dengan keindahan makhluk lautan langsung di habitatnya.

”Sumpah, waktu aku berenang dan snorkeling, ketemu ribuan ikan kecil cantik, ikan yang menakjubkan. Warnanya so amazing, so beautiful. Lucu-lucu banget,” ujar Melissa, Sabtu (14/11/2020).

Biasanya, ikan-ikan cantik itu terlihat di akuarium atau di wahana laut buatan saja. Tidak hanya melihat langsung ribuan ikan cantik berwarna-warni, dia juga sangat terkesan bisa berenang bersama penyu di kanan dan kirinya serta melihat ubur-ubur.

”Semua, deh. Alam laut Wakatobi is the best! Aku sampai berdoa di dalam air, ya Tuhan indahnya,” ujarnya.

Melissa merasa pengalaman snorkeling di Wakatobi sungguh tidak terlupakan. Apalagi, dia mengunjungi tempat tersebut bersama adik-adik dan sahabat-sahabatnya.

”Mereka semua penyelam. Sehari bisa menyelam 3-4 kali. Karena aku masih takut menyelam, aku snorkeling dan mandi matahari saja,” kata Melissa.

Pengalaman itu juga membuat Melissa rindu untuk kembali menyaksikan keindahan ikan dan biota lainnya di lautan Indonesia. Masa pandemi membuat keinginan itu tertunda.

”Aku yakin teman-teman penyelamku pasti jauh lebih kangen daripada aku. Semoga pandemi lekas berlalu,” harapnya.

Sumber: Kompas edisi 15 November 2020 di halaman 6 dengan judul “Bersua di Laut”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *