Bara Pattiradjawane, Peluang Media Sosial

Chef Bara Pattiradjawane terdampak pandemi Covid-19 karena semua pekerjaannya selama tiga bulan dibatalkan. Ia kemudian memanfaatkan media sosial sebagai peluang baru, menjadi social media presenter untuk memberi inspirasi dan pelatihan daring lewat Instagram, Facebook, Twitter, dan YouTube. Bara menekankan pentingnya penjualan daring karena meski pembatasan sosial dicabut, orang belum nyaman bersosialisasi ke restoran. Selain konten menarik, layanan pelanggan daring sangat krusial: cepat tanggap, sopan, dan ramah menjadi “senjata” untuk mempertahankan dan menarik pelanggan. Strategi ini dianggap kunci kesuksesan bisnis kuliner pascapandemi, dengan memaksimalkan interaksi digital dan pengalaman pelanggan.

*****

Pandemi Covid-19 memengaruhi banyak orang, tak terkecuali chef Bara Pattiradjawane. Namun, dia memilih menghadapinya dengan menggali peluang dan kekuatan media sosial.

”Semua pekerjaan saya tiga bulan ke depan dibatalkan,” kata Bara, saat menjadi pembicara dalam webinar Chef Talk yang dimotori Indonesian Gastronomy Association, pekan lalu.

Bara kini lebih memilih disebut social media presenter. Namun, dia menekankan sebutan itu bukanlah bloger atau pemengaruh. Dia banyak memberikan inspirasi dan pelatihan secara daring melalui semua kanal media sosial, seperti Instagram, Facebook, Twitter, dan Youtube.

”Menjual secara daring adalah the way of future. Kalaupun pemerintah sudah mengangkat pembatasan sosial berskala besar, orang tidak akan semudah itu bersosialisasi ke restoran. Kekuatan media sosial harus dipikirkan,” ujarnya.

Konten dan tampilan media sosial menjadi salah satu kunci sukses merangkul cara baru berkuliner. Selain itu, menurut dia, bagian layanan pelanggan menjadi bagian penting dari cara tersebut.

”Karena tidak bertatap muka, costumer service section sangat dibutuhkan. Kadang-kadang ada costumer service yang tidak cepat tanggap. Itu tidak bisa. Ponsel harus terus di tangan untuk jawab apa pun,” imbuh Bara.

Bagian layanan pelanggan juga harus bisa berlaku baik, sopan, ramah kepada pelanggan. Ajak ngobrol jika perlu, lanjut dia. ”Ini bisa jadi ’senjata’ bagi bisnis kuliner setelah pandemi selesai,” katanya.

Sumber: Kompas.id, Bara Pattiradjawane Peluang Media Sosial, 26 Mei 2020 05:00 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *