Kamila Andini, Apresiasi Kritikus

Kamila mendapat apresiasi tinggi dari kritikus seni Australia atas pementasan The Seen and Unseen di Melbourne, Jumat (28/2/2020). Pementasan ini merupakan adaptasi film yang sempat tayang di bioskop Indonesia pada 1 Maret 2018. Tahun 2019, pementasan digelar di Jakarta dan Singapura, masing-masing dua kali. Di Melbourne, karya ini dipentaskan 9 kali. Dikenal juga sebagai Sekala Niskala, pementasan mengangkat konsep Bali tentang dimensi kehidupan yang terlihat dan tak terlihat, menekankan bahwa setiap orang memiliki wujud nyata dan tak tampak yang akhirnya akan melebur kembali. Kamila mengirim banyak tautan berita digital sebagai bukti apresiasi kritikus.

*****

”Pada hari terakhir, kami pentaskan dua kali. Saya senang sekali, pementasan kami mendapat apresiasi yang bagus dari para kritikus seni di sini,” ucap Kamila dalam perbincangan melalui telepon dari Melbourne, Jumat (28/2/2020).

Seni performans The Seen and Unseen atau Yang Terlihat dan Tak Terlihat itu sebagai pemanggungan film dengan judul sama garapan Kamila pula. Film itu pernah diputar di jaringan bioskop Tanah Air pada 1 Maret 2018.

Tahun 2019 transformasi film menjadi pementasan di panggung ini digelar di Jakarta dan Singapura masing-masing dua kali pementasan. Saat ini Kamila mendapat kehormatan 9 kali pementasan di Melbourne.

Ketika ditanya, kritikus seni Australia memberikan apresiasi seperti apa? Kamila lantas mengirimkan banyak tautan berita digital dari para kritikus seni Australia terkait pementasan The Seen and Unseen. Judul tersebut juga diberi istilah lain, Sekala Niskala, yang bermakna sama dengan latar kultural Bali.

Narasinya, terkait dimensi kehidupan yang terlihat dan tak terlihat. Setiap orang yang dilahirkan, selain menjadi wujud yang tampak, disertai pula wujud yang tak tampak. Pada akhirnya, mereka akan melebur kembali.

Sumber: Kompas.id, Kamila Andini Apresiasi Kritikus, 04 Mar 2020 05:00 WIB