Della Dartyan, Kedinginan di Kaki Gunung Slamet

Aktris Della Dartyan mengalami pengalaman berkesan saat syuting film Tarian Lengger Maut (2021) karya Yongki Ongestu. Ia berperan sebagai Sukma, penari lengger, dengan lokasi syuting di desa kaki Gunung Slamet, Banyumas. Tantangan terberatnya adalah menari di udara dingin lapangan terbuka dan berlari di hutan hanya mengenakan kemben. Demi peran ini, Della mendalami karakter melalui lokakarya dan belajar langsung dari maestro lengger di Purwokerto. Meski sempat ragu karena latar tarinya berbeda, ia menjadikan peran ini sebagai tantangan diri.

*****

Aktris Della Dartyan (31) mengalami pengalaman berkesan selama shooting untuk film Tarian Lengger Maut (2021) garapan Yongki Ongestu. Dalam film bergenre thriller ini, Della berperan sebagai Sukma, penari lengger yang bertemu dengan dokter pembunuh berdarah dingin.

Lokasi pengambilan gambar film Tarian Lengger Maut berada di sebuah desa yang terletak di kaki Gunung Slamet, Banyumas, Jawa Tengah. Della terpaksa merasakan dinginnya udara karena harus menari di lapangan terbuka dan berlari di hutan dengan busana kemben.

”Menari di lapangan itu salah satu adegan tersulit selain di hutan. Jadi, aku menari dengan kondisi dingin sekali dan pakai kemben. Jadi, pas disuruh ulang berkali-kali sebenarnya aku senang banget karena jadi anget,” kata Della dalam konferensi pers seusai screening Tarian Lengger Maut di Jakarta, Jumat (30/4/2021).

Untuk menjadi seorang penari lengger, Della melakukan pendalaman karakter dan lokakarya bersama Refal Hady, pemeran dokter Jati. Della bahkan memelajari tarian langsung dari seorang maestro lengger di Purwokerto.

”Alhamdulillah aku enggak ada cedera selama menari, tetapi encok pinggang. Waktu ditawarin (peran) itu, aku sempat ragu karena tarian daerah itu harus ada basic kuat, sedangkan aku latihan menari itu di Bali, beda sama tarian Jawa. Ini jadi kesempatan aku untuk menantang diri sendiri,” ucapnya.

Della juga tidak terlalu kesulitan ketika harus berbicara bahasa Jawa sebagai Sukma. Maklum, perempuan asal Yogyakarta ini ternyata masih sesekali berkomunikasi dengan ibunya dalam bahasa Jawa. Dia juga sengaja menyimak dialek masyarakat lokal selama shooting.

Sumber: Kompas edisi 04 Mei 2021 di halaman 16 dengan judul “Sempat Kedinginan “.

Author photo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *