Lola Amaria, Gandrung Motif Parang

Lola Amaria, sutradara dan artis, gemar mengoleksi kain tradisional Nusantara, khususnya batik Solo motif parang yang melambangkan tekad dan kemauan kuat. Ia sering membeli batik saat bepergian atau syuting, sekaligus merawat koleksinya dengan cermat, termasuk mencuci pakai lerak dan menyimpan tanpa melipat sembarangan. Selain membeli, Lola menerima lungsuran batik dari neneknya dan karya mendiang Go Tik Swan, legenda batik Solo yang sempat diwawancarai untuk film dokumenter. Meski proyek dokumenter batal, Lola memperoleh banyak pengetahuan tentang batik yang kaya budaya, termasuk pengaruh Tionghoa, dan tetap menjaga koleksinya dengan penuh perhatian.

*****

Sebagai penikmat dan pengoleksi kain batik, biasanya seseorang punya motif khusus yang digemari. Tak terkecuali juga sutradara dan artis film Lola Amaria, yang mengaku sangat menyukai motif batik Solo, terutama berbentuk parang alias lereng atau tebing.

Mengutip situs www.motifbatik.web.id, ”Motif Batik Parang, Sejarah dan Filosofi”, disebutkan motif batik ini adalah termasuk yang tertua di Indonesia. Motif batik parang bahkan sudah ada sejak zaman Keraton Mataram Kartasura dan melambangkan tekad serta kemauan kuat untuk maju.

”Entah kenapa, kok, setiap cari baju batik, eh, yang terbeli selalu motifnya ujung-ujungnya parang lagi. Memang jenis motif parangnya bisa berbeda-beda tapi, ya, tetap motif parang semua,” ujar Lola saat dihubungi, Kamis (22/4/2021).

Meski begitu, secara keseluruhan Lola juga menyukai beragam jenis kain tradisional Nusantara selain batik macam kain tenun, ikat, atau songket. Semua biasanya dia beli saat tengah bepergian atau di sela-sela proses shooting film-filmnya.

Walau tak sampai punya lemari atau ruangan khusus untuk koleksi-koleksinya, Lola mengaku rajin merawat dan merapikan kain-kain tradisionalnya itu. Hal itu termasuk dengan mencuci batik-batiknya menggunakan lerak dan tak melipat sembarangan kain-kain koleksinya saat disimpan.

”Selain dari membeli, saya juga banyak dapat lungsuran kain batik dari nenek. Juga ada koleksi kain-kain batik karya mendiang Go Tik Swan, legenda batik asal Solo. Awal mula mengenal beliau ketika saya sempat mengadakan riset, bertemu, dan mewawancarai untuk sebuah film dokumenter tentang beliau,” ujar Lola.

Rencana, riset, serta persiapan yang dilakukan beberapa tahun lalu sudah matang. Namun, sayangnya proses eksekusi pengambilan gambar film dokumenter itu batal lantaran pihak pemodal mundur. Meski demikian, Lola mengaku mendapat banyak pengetahuan, terutama tentang batik-batik karya mendiang.

”Malah ada beberapa karya beliau yang sebenarnya tidak dijual, tapi diserahkan ke saya untuk disimpan. Semasa hidupnya beliau juga sangat dekat dengan Presiden ke-1 RI Bung Karno. Karya-karya beliau sangat indah dan kaya lantaran juga mengandung unsur budaya selain Jawa seperti Tionghoa,” ujar Lola.

Sumber: Kompas.id, Lola Amaria Gandrung Motif Parang, 27 Apr 2021 05:35 WIB

Author photo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *