Nashrudin Azis, Jangan Alergi dengan Media

Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis, mendorong pejabat Pemkot lebih terbuka kepada media agar informasi pembangunan dan Covid-19 tersampaikan jelas. Dalam pertemuan santai Jumat (26/3/2021), Azis meminta wartawan curhat soal kesulitan mengakses kepala dinas. Beberapa jurnalis mengeluhkan sulitnya mendapatkan informasi, termasuk terkait vaksinasi dan juru bicara Covid-19. Azis berjanji mengevaluasi kinerja pejabat, menekankan pentingnya transparansi dan komunikasi. Sekda Agus Mulyadi menegaskan perkembangan kasus dan vaksinasi rutin dibagikan di media sosial Pemkot. Pertemuan diakhiri dengan makan nasi jamblang secara hangat, meski grup WhatsApp Covid-19 masih sepi interaksi.

*****

Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis berusaha mempermudah saluran informasi dari para pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon kepada jurnalis. Para kepala dinas pun dilarang bersembunyi ketika wartawan menggali informasi terkait pembangunan kota.

”Jauhkanlah perasaan alergi dengan media. Hubungan dengan media penting supaya masyarakat menerima informasi yang jelas,” kata Azis saat bersilaturahmi dengan jurnalis di Balai Kota Cirebon, Jumat (26/3/2021). Hadir pula Sekretaris Daerah Kota Cirebon Agus Mulyadi serta Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kota Cirebon Ma’ruf Nuryasa.

Dalam acara santai itu, Azis yang mengenakan kaus, celana jins, dan sandal lalu meminta wartawan mencurahkan keluh kesahnya. ”Saya sering tanya kepala dinas (Ma’ruf Nuryasa) soal hubungan dengan media. Pak Kadis bilang, beres. Nah, sekarang saya ingin tahu langsung,” ungkapnya.

Sebelum mengutarakan pendapat, jurnalis harus mengucapkan kata kunci ala-ala acara Mama Dedeh yang tayang di sebuah televisi swasta. ”Password-nya, Pak Sekda, curhat dong,” ucap Azis disambut tawa para jurnalis.

Beberapa pewarta pun mengeluh dengan sikap seorang kepala dinas yang sukar ditemui dan ditelepon. Padahal, jurnalis membutuhkan informasi terkait vaksinasi Covid-19 untuk guru atau rencana pembelajaran tatap muka.

Mereka juga mempertanyakan belum jelasnya peran juru bicara terkait penanganan Covid-19. Ini berbeda dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon, daerah tetangga, yang punya tiga juru bicara sekaligus. Data perkembangan kasus Covid-19 pun rutin dibagikan di grup Whatsapp wartawan.

Mendengar hal itu, Azis berjanji mengevaluasi kinerja aparatnya terkait hubungan dengan media. ”Kami senang dikoreksi supaya kami lebih baik. Teman-teman jangan membenci kepala dinas kami. Orang, kan, punya keterbatasan, seperti angel ngomonge (sulit bicara di depan media),” ujar mantan Wakil Wali Kota Cirebon itu.

Sekda Kota Cirebon Agus Mulyadi memastikan informasi terkait Covid-19 di Cirebon sudah transparan. Perkembangan kasus Covid-19 dan cakupan vaksinasi, misalnya, rutin dibagikan di media sosial Pemkot Cirebon.

Setelah wartawan curhat, Azis lalu mengajak makan nasi jamblang yang telah dihidangkan. Meskipun menjaga jarak, acara makan bersama itu berlangsung hangat dengan candaan. Sementara grup Whatsapp terkait Covid-19 yang berisi jurnalis dan pejabat Pemkot Cirebon masih sepi.

Sumber: Kompas.id, Wali Kota Cirebon Jangan Alergi dengan Media, 03 Apr 2021 04:04 WIB

Author photo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *