
Mandif Warokka, Sokongan Dana
Mandif Warokka (41) bersiap mewakili Indonesia pada ajang memasak paling bergengsi dunia, Bocuse d’Or, di Lyon, Perancis, pertengahan 2021. Kompetisi dua tahunan ini disebutnya setara Piala Dunia bagi koki. Bersama asistennya, Lutfi Nugraha, Mandif dilatih Chris Salans dan Gilles Marx. Selain berkompetisi, ia ingin mempromosikan pariwisata Indonesia melalui diplomasi gastronomi. Namun, partisipasi tim Indonesia terkendala pendanaan. Dari target Rp 500 juta, baru terkumpul Rp 31 juta. Mandif berharap dukungan publik dan pemerintah agar Indonesia kembali tampil dan dikenal lewat kekayaan kulinernya di panggung dunia.
*****
Mandif Warokka (41) tengah bersiap mengikuti Bocuse d’Or di Lyon, Perancis, pada pertengahan tahun 2021. Ia mewakili Indonesia untuk menghadapi kompetisi memasak global tersebut. Juru masak kawakan itu berharap bisa sekaligus mempromosikan pariwisata Tanah Air.
”Konsep hidangannya belum bisa dirilis, tapi saya jamin sangat menarik. Terakhir, tim Indonesia berangkat 10 tahun lalu,” katanya di Jakarta, Kamis (22/10/2020). Indonesia lantas tak pernah lolos seleksi, hingga Mandif berkesempatan menjajal sengitnya persaingan koki paling prestisius itu.
”Bocuse d’Or sudah kayak Piala Dunia, MotoGP, atau Formula 1,” kata Mandif tentang kejuaraan dua tahun sekali tersebut. Ia bersama Lutfi Nugraha dilatih pemilik restoran Mozaic di Ubud, Bali, Chris Salans, dan Presiden Bocuse d’Or Indonesia Gilles Marx.
Mandif tentu tak asing bagi pemerhati kuliner lewat keikutsertaan juru masak itu dalam sejumlah persaingan global, seperti Salon Culinaire Dubai pada tahun 2005 dengan perolehan medali emas. Partisipasi tim Indonesia membutuhkan sokongan dana, tetapi jumlah yang sudah dihimpun belum mencukupi.
”Dukungan yang digalang lewat situs donasi itu baru Rp 31 juta dari harapan sebesar Rp 500 juta. Itu belum termasuk sebagian besar biaya yang juga kami tanggung,” katanya.
Selain kontribusi publik, atensi pemerintah sangat diharapkan karena dengan ajang itu pula, keindahan alam Indonesia diperkenalkan.
”Semua tim bikin video tentang negaranya dan memanfaatkan Bocuse d’Or untuk diplomasi gastronomi. Kalau negara mau memikat turis, makanannya harus enak,” ujarnya.
Mandif bekerja, antara lain, dengan intelektual pangan, desainer produk, hingga pakar perhiasan. Mereka berjumlah delapan orang.
Sumber: Kompas.id, Mandif Warokka Sokongan Dana, 02 Nov 2020 04:55 WIB
Leave a Reply