Tri Rismaharini, Punya Cita-cita Belum Kesampaian
Februari 2021, Tri Rismaharini mengakhiri 10 tahun kepemimpinannya sebagai Wali Kota Surabaya. Ia dikenal total mengabdikan diri bagi 3,3 juta warga melalui pembangunan kota hijau dengan ratusan taman dan perhatian pada kesejahteraan dasar, pangan, dan pendidikan. Meski masa jabatan hampir berakhir, Risma tetap rutin turun ke lapangan memantau banjir, pohon tumbang, dan kebersihan saluran air, bahkan saat hujan. Dedikasi tinggi selama pandemi membuat berat badannya turun drastis. Satu mimpi yang belum terwujud adalah memperluas pelatihan keterampilan bagi lulusan SMK agar peluang kerja dan usaha semakin terbuka. Ia juga aktif menyapa warga dan menjadi simbol kepemimpinan kerja keras bagi Surabaya tercinta.
*****
Februari 2021, Tri Rismaharini (59) akan mengakhiri jabatannya sebagai Wali Kota Surabaya. Selama 10 tahun menjadi ibu dari 3,3 juta jiwa penduduk kota yang hijau dengan 500 taman, ia nyaris tak pernah berhenti memikirkan kesejahteraan warganya.
”Apa yang saya kerjakan semua demi Arek Suroboyo agar tidak ada yang tidak bisa makan atau tidak bisa sekolah,” begitu katanya saat penyerahan penghargaan bagi wartawan yang ikut lomba penulisan ”10 Tahun Kepemimpinan Tri Rismaharini di Surabaya”, Senin (14/12/2020).
Meski jabatannya tinggal dua bulan lagi, kebiasaan Risma terjun ke lapangan, tak peduli hujan atau panas, masih saja dilakoni. Akhir-akhir ini apalagi hujan mulai mengguyur Surabaya disertai angin kencang sehingga beberapa kali ada pohon tumbang dan genangan di beberapa lokasi.
”Begitu awan gelap, hatiku langsung gelisah, khawatir ada saluran air yang masih macet karena penuh sampah. Maka, sasaran utama, yo, cek saluran sekaligus dibersihkan,” ujar Risma yang mengaku selama pandemi Covid-19 berat badannya turun hampir 10 kilogram.
Sebelum virus korona, ukuran pakaian Presiden Asosiasi Pemerintah Daerah (UCLG) Asia Pacific ini katanya XL. ”Sekarang M saja masih agak longgar,” ucap Risma yang mengaku ada satu hal yang belum kesampaian selama memimpin kota ini. Mimpi itu memberi keterampilan tambahan di luar spesifikasi lulusan sekolah menengah kejuruan agar kesempatan bekerja atau mengembangkan usaha lebih terbuka.
Sumber: Kompas.id, Tri Rismaharini Punya Cita-cita Belum Kesampaian, 18 Des 2020 04:59 WIB
Leave a Reply