Ria Miranda, Keluar Zona Nyaman
Perancang busana Ria Miranda keluar dari zona nyaman melalui koleksi musim semi/musim panas 2020 bertajuk “Bias”, yang terinspirasi dari pembiasan cahaya. Dalam perhelatan Fashion Rhapsody di The Tribrata, Jakarta, ia menampilkan 32 rancangan berupa gaun, tunik, atasan, dan luaran. Berbeda dari gaya pastel khasnya, Ria menggunakan warna-warna cerah seperti fuschia, lime green, dan terakota. Ia juga bereksperimen dengan bahan baru seperti denim dan kulit, serta teknik aplikasi kain unik seperti chiffon ber-smoke yang memberi efek kaku. Menurut Ria, keluar dari zona nyaman membantunya menemukan perspektif dan kreativitas baru.
*****
Perancang busana Ria Miranda mencoba keluar dari zona nyaman yang selama ini dilakoninya. Dia mencoba hal baru, seperti tampilan dan warna, dalam rancangan terbarunya untuk musim semi/musim panas 2020.
”Koleksi kali ini berbeda dari sebelumnya. Warna yang aku pakai lebih cerah dari biasanya warna pastel. Ada fuschia, lime green, dan terakota,” ujar Ria.
Ria berpartisipasi dalam perhelatan Fashion Rhapsody yang berlangsung pada 26-29 Februari 2020 di The Tribrata, Jakarta Selatan. Rancangan kali ini bertajuk ”Bias”, terinspirasi dari pembiasan cahaya. Ada 32 tampilan yang diperagakan dengan variasi bentuk gaun, tunik, atasan, dan luaran (outer).
Selain warna, busana yang dirancang lewat lini Ria Miranda Signature ini menggunakan material yang juga tidak biasa dia gunakan, seperti denim dan kulit, sebagai aksen. ”Gayanya menjadi lebih edgy. Aku juga bermain dengan aplikasi di atas kain sehingga kain menjadi berbeda dari sifat aslinya. Misalnya chiffon dengan aplikasi smoke jadi terlihat kaku,” papar Ria.
Dengan keluar dari zona nyaman, Ria merasa bisa melihat hal-hal baru karena mengambil sudut pandang baru. Seperti pembiasan cahaya, kita tinggal mengatur sudut pandang untuk mendapatkan hal tertentu seperti yang kita harapkan.
Sumber: Kompas.id, Ria Miranda Keluar Zona Nyaman, 02 Mar 2020 05:00 WIB