Maeya Zee, Mencari Kepuasan Batin

Maeya Zee, penulis dan praktisi pengembangan diri, merindukan pengalaman menonton konser musik secara langsung selama pandemi. Sejak remaja ia gemar menonton konser karena merasakan kepuasan emosional dari interaksi langsung antara musisi dan penonton. Konser terakhir yang ia tonton adalah Andy Lau di Singapura pada 2019 bersama ibunya. Maeya menikmati berbagai genre musik pop yang mudah didengar dan bermakna positif. Di masa pandemi, ia menyalurkan energi positif melalui webinar dan menjaga keseimbangan batin dengan meditasi Nammyohorengekyo yang telah ia tekuni selama 21 tahun untuk memperkuat ketahanan diri.

*****

Sejak remaja terbiasa menikmati konser musik, penulis buku yang juga praktisi dalam bidang pengembangan diri, pemberdayaan perempuan, dan konseling keluarga bahagia, Maeya Zee, tidak bisa lagi menonton konser secara langsung selama pandemi. Baginya, menonton langsung tetap lebih berkesan dibandingkan menonton di layar.

Konser musik terakhir yang ditontonnya bersama ibu adalah konser musik Andy Lau di Singapura pada 2019. Konser tersebut sekaligus ajang pelepas rindu karena pernah menonton konser Andy Lau di Jakarta pada 1994. ”Awalnya mendampingi ibu yang ngefans Andy Lau, lalu beralih ke F4. Kami dua kali menonton konser F4 di Jakarta,” kata Maeya, Kamis (3/12/2020).

Begitu senangnya menonton, konser yang ditontonnya pun sangat beragam, mulai dari Super Junior, David Cook (di Vietnam), Christina Perry, hingga Noah. Maeya tidak memiliki preferensi khusus soal musik, tetapi menikmati musik pop yang easy listening dan lagu yang punya makna khusus untuk kehidupan personal.

Ia memilih lebih sering mendengar lagu yang positif liriknya. ”Live music memberikan kepuasan psikologis, saat melihat langsung penyanyinya, menikmati keriuhan penonton, dan ikut menyanyi bareng di konser itu,” kata penulis buku 31 Guys 31 Lessons itu.

Di masa pandemi, Maeya aktif membagikan energi positif dalam berbagai webinar. Energi positif itu diperolehnya, antara lain, dengan rutin mengisi tangki jiwa dengan meditasi mantra Nammyohorengekyo yang sudah 21 tahun ditekuni.

”Meditasi membantu saya untuk stay connected dengan energi positif semesta, bisa kuat (resilient) menghadapi kejutan hidup,” ujarnya.

Sumber: Kompas edisi 06 Desember 2020 di halaman 6 dengan judul “Kepuasan Batin”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *