Ni Ketut Putri Minangsari, Langsung ”Klepek-klepek”

Selama pandemi, penari klasik Bali Ni Ketut Putri Minangsari tetap aktif mengajar tari sekaligus menekuni penciptaan dan pembacaan puisi. Ia menyukai puisi liris yang mengungkapkan cinta dan kerinduan, tidak hanya kepada manusia, tetapi juga alam dan tanah air. Bagi Putri, puisi menjadi sarana menyalurkan isi hati dan memberi kelegaan batin. Awal November 2020, ia tampil membacakan puisi sambil menari legong dalam acara Kembali 2020 versi digital. Putri mengagumi puisi Sapardi Djoko Damono dan Joko Pinurbo, serta aktif membaca dan mengkurasi puisi secara virtual selama pandemi.

*****

Selama masa pandemi, penari klasik Bali, Ni Ketut Putri Minangsari (46), tak hanya tetap sibuk mengajar kelas tari. Hari-harinya juga diisi dengan penciptaan dan pembacaan puisi karyanya sendiri maupun karya orang lain. Puisi kegemarannya terutama adalah puisi yang berkisah tentang cinta dan kerinduan.

”Tidak harus cinta orang, tapi bisa tanah air. Saya suka puisi liris yang mengekspresikan emosi dan perasaan penulisnya. Tidak hanya mendeskripsikan, tapi menyatukannya dengan sisi perasaan penulisnya,” ujar Putri saat dihubungi, Rabu (18/11/2020).

Awal November ini, Putri juga diundang di Kembali 2020 yang merupakan versi digital Ubud Writers and Readers Festival untuk membacakan puisi sembari menari legong dengan berlatar burung-burung kuntul di Ubud, Bali.

”Puisi itu seperti minum air saat sedang haus. Ada kelegaan setiap bisa memenuhi, setiap bisa arahkan isi hati, unek-unek. Ada kebanggaan saat bisa membacakan puisi karya sendiri dan harapan karya sederhana itu bisa menginspirasi, menggugah, menyejukkan hati orang lain,” ujar Putri.

Di Indonesia, pujangga puisi yang digemari oleh Putri adalah Sapardi Djoko Damono yang mengungkapkan kerinduan ke alam lewat puisi seperti ”Hujan Bulan Juni” atau ”Sajak Putih”. ”Belum ada duanya Pak Sapardi. Bikin klepek-klepek banyak orang,” tambahnya.

Puisi-puisi karya penyair Joko Pinurbo juga digemari Putri karena bahasanya yang sederhana, tetapi mengena. Selama pandemi, Putri aktif membaca puisi serta menjadi kurator puisi secara virtual dalam sejumlah pergelaran.

Sumber: Kompas.id, Ni Ketut Putri Minangsari Langsung ”Klepek-klepek”, 22 Nov 2020 05:42 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *