
Tara de Thouars, Pancing Adrenalin
Selama pandemi, psikolog klinis Tara de Thouars lebih sering menonton film sebagai sarana relaksasi dan pelepas stres. Film horor, aksi, dan thriller memberi ketegangan yang memancing adrenalin sekaligus membuatnya bersemangat. Kesibukannya meningkat karena banyak pasien berkonsultasi daring dan perusahaan memintanya mengisi webinar kesehatan jiwa. Masalah yang sering muncul adalah stres, kecemasan, kesulitan adaptasi, dan konflik relasi. Menonton film memberi jeda sejenak dari masalah, membuka perspektif baru, dan memberi hiburan tanpa keterlibatan emosional. Film menjadi cara efektif untuk melepas ketegangan sambil memperoleh waktu untuk diri sendiri.
*****
Selama pandemi, psikolog klinis yang berpraktik di RSJ Sanatorium Dharmawangsa, Tara de Thouars, justru lebih sering menonton film. Film menjadi sarana untuk memperoleh waktu buat diri sendiri. Film horor, aksi, dan thriller menjadi pilihan utama yang bisa memancing adrenalin.
”Menimbulkan sedikit excitement, ketegangan, dan releasing stress hormone. Film malah bisa membuat saya bersemangat dan melepas kepenatan hari-hari yang rutinitasnya begitu-begitu saja,” kata Tara saat dihubungi, Jumat (25/9/2020).
Kesibukannya di masa pandemi memang makin menjadi-jadi. Kebanyakan pasien memilih konsultasi secara daring. Tara pun sibuk mengisi berbagai webinar tentang kesehatan jiwa. Banyak perusahaan memintanya mendampingi karyawan karena adanya perubahan ritme kerja hingga pemutusan hubungan kerja.
Kesadaran terhadap kesehatan mental di masa pandemi juga jauh meningkat dan semakin banyak orang yang mencari pendampingan psikolog. Masalah yang banyak dikeluhkan kebanyakan stres, gangguan kecemasan, kesulitan beradaptasi dengan situasi baru, hingga kesulitan mengelola emosi dalam relasi dengan pasangan selama di rumah.
Nonton film bisa menjadi cara untuk melepas ketegangan dan memberi relaksasi. ”Punya waktu jeda sejenak untuk mengalihkan diri kita dari masalah yang sedang terjadi. Jadi, enggak mikirin dulu, malah bisa menghibur diri, rileks, dan juga melepaskan apa pun beban yang sedang dirasakan,” ujarnya.
Nonton film yang terhubung dengan permasalahan pribadi bisa semacam membuka pikiran terhadap prespektif lain dan memberikan masukan baru. ”Kalau dinasihati akan lebih susah karena ada hambatan emosional. Film netral sehingga mudah relate secara netral tanpa libatan emosional,” kata Tara.
Sumber: Kompas.id, Tara de Thouars Pancing Adrenalin, 27 Sep 2020 05:29 WIB
Leave a Reply