Ario Bayu, Bergidik Seram

Ario Bayu (35) mengaku sesekali bergidik saat menjalani syuting film horor Asih 2 meski prosesnya berjalan lancar. Pengambilan gambar dilakukan di perkebunan terpencil dengan banyak pohon tua dan mayoritas adegan berlangsung malam hari, menambah kesan seram. Syuting berlangsung selama tiga pekan di Bogor dan Bandung, kerap dimulai malam hingga dini hari. Ario berperan sebagai Razan, suami dari tokoh yang dimainkan Marsha Timothy. Meski tanpa kejadian horor, pandemi menjadi perhatian utama kru. Untuk menjaga kesehatan, produksi menerapkan pola makan bergizi, mengatur waktu istirahat, dan menjaga imunitas agar seluruh tim tetap fit selama proses syuting.

*****

Meski shooting film Asih 2 yang dijalaninya tergolong lancar, Ario Bayu (35) sesekali bergidik juga. Maklum, perekaman tersebut mengambil tempat di suatu perkebunan yang jauh dari kota. Selain banyak pohon tua dan besar di lokasi itu, sebagian besar adegan dilakukan malam hari.

”Kalau dipikir-pikir seram juga, tetapi saya bersyukur enggak ada yang mengganggu,” kata Ario saat peluncuran trailer dan poster Asih 2 di Jakarta, Kamis (19/11/2020).

”Pas keliling, enggak ada cahaya, tetapi boleh juga supaya lebih meresapi peranan. Ada siang yang dijadikan adegan ketika sudah gelap,” ucap Ario.

Pengambilan gambar film horor selama tiga pekan itu berlangsung hampir tiga bulan lalu di Kabupaten Bogor dan Bandung, Jawa Barat. Pengambilan gambar itu pernah dimulai malam hari dan selesai pada dini hari.

Dalam film itu, Ario yang memerankan tokoh Razan, beradu akting dengan Marsha Timothy sebagai suami istri. Selama shooting, Ario bisa berakting dengan tenang karena istrinya sedang berada di Perancis dengan aman.

”Kru lain juga enggak mengalami kejadian mengerikan atau horor. Kalau ada yang dipikirkan, itu pandemi tetapi semua menjaga imunitas,” kata Ario.

Kerabat kerja produksi film yang diangkat dari novel karya Risa Saraswati itu memperhatikan pola makan dan asupan gizi yang baik. ”Ada nasi merah, lauk, dan buah-buahan. Protein, lemak, dan karbohidrat juga dihitung. Kalau imunitas tinggi, enggak gampang sakit. Enggak boleh terlalu capek,” ujar Ario.

Sumber: Kompas.id, Ario Bayu Bergidik Seram, 04 Des 2020 05:19 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *