Denny Malik, Seniman Multitalenta

Koreografer dan artis multitalenta Denny Malik juga merancang kostum untuk penari di panggung. Ia menekankan perbedaan antara kostum panggung dan busana fashion: kostum harus indah, nyaman, mendukung gerak, dan fleksibel, sementara fashion fokus pada detail dan kenyamanan saat dipakai. Hal itu ia sampaikan saat membuka butik Kain Pinawetengan dan memperagakan busana tradisional Minahasa yang sempat punah. Menurut Denny, seniman harus multitalenta, mampu berkarya di berbagai bidang seperti melukis atau memahat, selama karyanya diapresiasi. “Intinya kita ini pekerja seni, bukan kemaruk,” canda Denny dengan tawa.

*****

Urusan kostum dan tata busana bukan barang baru bagi koreografer yang juga artis multitalenta, Denny Malik. Sebagai penata gerak dan tari dirinya ternyata juga kerap merancang dan menata busana yang akan dikenakan penari di atas panggung.

Masing-masing pekerjaan menurut Denny punya tingkat kesulitan tersendiri. Hal itu dia ceritakan usai menggelar peragaan busana rancangannya, sekaligus membuka butik Kain Pinawetengan, Kamis (12/03/2020), di kawasan Jakarta Selatan. Kain corak tradisional khas Minahasa itu sempat lama punah dan kini dihidupkan kembali.

Untuk keperluan panggung, selain harus bisa menampilkan keindahan, busana yang dirancang juga harus nyaman dan mendukung pergerakan si penari. Buat keperluan fashion, sebuah rancangan juga harus memperhatikan detail, keindahan, serta kenyamanan saat dipakai.

“Intinya, kostum panggung lebih untuk (konsumsi) mata. Sementara fashion lebih untuk dipakai. Selain enak dipakai bergerak, kostum panggung juga harus mudah diubah-ubah. Semisal dia bisa jadi seperti kipas. Bisa dibilang kostum panggung memang jauh lebih susah sih,” ujarnya.

Menurut Denny, seorang seminan memang harus bisa multitalenta, terutama dalam berkarya. “Yang namanya seniman, kalau misalnya satu saat aku bisa melukis atau memahat lalu ada yang suka karyaku, kan boleh aja dong. Intinya kita ini kan pekerja seni. Bukan kemaruk lho, ya. Hahaha,” canda Denny dengan tawa berderai.

Sumber: Kompas.id, Denny Malik Seniman Multitalenta, 14 Mar 2020 05:00 WIB