Fitria Anggraeni, Menurun ke Anak

Musisi Riuh Sunyi, Fitria Anggraeni atau Fia, mewariskan hobi bersepatu roda kepada putrinya, Michelle Amala. Sejak kecil, Fia aktif bermain roller blade, mengikuti klub, dan menjuarai berbagai kompetisi. Hobi itu berlanjut hingga dewasa, bahkan kini diselingi dengan bersepeda. Ia melihat minat serupa pada Michelle yang mulai belajar sepatu roda sejak usia 6,5 tahun dan menunjukkan kemampuan keseimbangan yang baik. Di masa pandemi, Fia memilih lokasi bermain yang sepi. Untuk memotivasi anaknya, Fia menunjukkan album foto masa kecilnya, sekaligus mengenalkan cara orang dulu menyimpan kenangan sebelum era ponsel pintar.

*****

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Like mother like daughter. Begitu ternyata dialami musisi Riuh Sunyi, Fitria Anggraeni alias Fia. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, Fia jago bermain sepatu roda jenis roller blade. Tak hanya ikut klub, Fia bahkan sering ikut pertandingan dan juara antarklub hingga duduk di kursi sekolah menengah pertama.

Bakat sekaligus hobi itu masih berlanjut hingga dewasa. Tak hanya di Gelora Bung Karno (GBK) atau area seputaran Monumen Nasional (Monas) Jakarta, kini Fia pun rajin mencari lokasi cocok bermain sepatu roda. Sesekali diselingi pula hobi baru, bersepeda.

Belakangan dia sadar bahwa putrinya, Michelle Amala (7), ternyata juga berminat memainkan sepatu roda. Setelah beberapa kali diajari, sang putri semakin lancar dan berani.

”Hanya tiga kali diajari sudah lumayan lancar. Kemampuan balancing-nya aku lihat juga bagus. Aku ajari dia waktu umur 6,5 tahun. Sayangnya terus ketemu masa pandemi sekarang jadi, ya, enggak berani juga diajak keluar jauh-jauh ke tempat ramai, seperti GBK. Paling sekarang aku cari tempat main yang enggak banyak orang dan cocok untuk bersepatu roda atau bersepeda,” ujar Fia.

Untuk memotivasi, Fia juga memperlihatkan album foto-foto dirinya semasa kecil dan remaja, terutama saat ikut berlomba. Michelle semakin antusias, tak hanya mengetahui sang mama jago bersepatu roda, tetapi juga saat melihat bagaimana orang di masa orangtuanya menyimpan memori. Foto-foto di dalam album.

”Dia sudah banyak mengerti dan banyak tanya. Dia tanya, ini, kok, kayak begini simpan foto-fotonya. Soalnya anak sekarang tahunya foto-foto ada di dalam handphone. Ya, saya jelaskan kalau orang dahulu foto dari kamera lalu dicetak dan disimpan di album. Jadi, sekarang dia tahu juga kebiasaan orang lama. Ha-ha-ha,” ujar Fia tertawa.

Sumber: Kompas.id, Fitria Anggraeni Menurun ke Anak, 25 Okt 2020 04:59 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *