Teuku Rifnu Wikana, Saling Bantu

Bagi aktor Teuku Rifnu Wikana, pahlawan masa pandemi adalah mereka yang tetap berjuang di tengah kesulitan sambil mematuhi anjuran pemerintah. Ia menyoroti para pekerja dunia hiburan yang kehilangan penghasilan, tetapi tetap patuh tinggal di rumah dan menguatkan keluarga. Rifnu menyayangkan masih banyak orang yang abai terhadap bahaya virus dan tidak memakai masker, padahal tenaga medis berkorban besar demi masyarakat. Ia mengingatkan, uang yang dikejar tidak sebanding dengan risiko kesehatan. Menurutnya, jika semua saling membantu dan berdisiplin, setiap orang dapat menjadi pahlawan di masa sulit ini.

*****

Di mata aktor Teuku Rifnu Wikana, orang-orang yang berjuang meskipun dalam kesulitan, sembari tetap mematuhi anjuran pemerintah, adalah pahlawan di masa pandemi saat ini. Ada banyak orang yang masih mengabaikan wabah hanya demi kepentingan sesaat.

”Sampai hari ini masih banyak pihak yang harus memutar otak demi mendapatkan rupiah untuk memberi makan keluarganya. Misalnya kru film, aktor, pembawa acara, komedian, dan orang-orang yang bekerja di dunia hiburan. Mereka tidak dibayar setiap bulan,” tutur Rifnu, Jumat (24/4/2020).

Di tengah kesulitan itu, mereka masih patuh untuk tinggal di rumah dan menaati anjuran pembatasan sosial. ”Ibaratnya mungkin mereka hanya punya nasi, garam, dan minyak untuk berbuka puasa. Namun, mereka tetap menghibur keluarga, anak, bahwa semua akan baik-baik saja. Ini pahlawan,” imbuhnya.

Peraih Aktor Terbaik Piala Citra 2017 ini tidak habis pikir bahwa di sisi lain masih banyak orang yang membangkang, tidak berpikir bahwa mereka bisa menjadi mata rantai penularan virus korona. Dia menceritakan baru saja dari suatu daerah yang masih ramai orang, bahkan lebih ramai dari hari biasa. Di jalanan banyak yang tidak memakai masker.

”Saya sedih. Yang saya pikirkan saat itu adalah dokter-dokter yang berjuang di rumah sakit, mengesampingkan keluarga, bahkan sampai tertular virus, demi kita,” ujar Rifnu.

Uang yang dikejar orang-orang tersebut, lanjut dia, mungkin tidak akan cukup jika sampai harus membayar biaya rumah sakit. ”Ini waktunya berjuang. Seharusnya kita sama-sama saling membantu, maka kita semua akan jadi pahlawan,” ucapnya. 

Sumber: Kompas edisi 26 April 2020 di halaman 6 dengan judul “Saling Bantu”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *