Annisa Hertami, Bikin Film Batik Truntum

Annisa membuat film tesis sebagai syarat kelulusan pasca sarjana di ISI Surakarta dengan tema batik truntum. Filmnya bercerita tentang perempuan yang kuat dan mampu mengubah kesedihan menjadi karya batik truntum. Inspirasi ini bermula saat Annisa menjadi finalis Putra Putri Batik Nusantara, yang memperdalam pengetahuannya tentang batik. Annisa juga dikenal suka memakai batik sebagai identitas Indonesia saat menghadiri festival film di luar negeri sejak 2012.

*****

Tema batik truntum diambil untuk film tesis sebagai syarat kelulusan pasca sarjana di Program Studi Penciptaan dan Pengkajian Seni ISI Surakarta. “Malam ini, aku baru saja selesai mengecek semua persiapan untuk shooting besok. Setelah persiapan selama sebulan, aku bikin film yang terinspirasi dari truntum,” kata Annisa yang dihubungi di Yogyakarta, Minggu (19/2/2020).

Annisa menceritakan, idenya berawal ketika dia menjadi salah satu finalis Putra Putri Batik Nusantara yang menambah banyak pengetahuannya tentang batik. Dalam proyek itu, Annisa menjadi sutradara sekaligus penulis cerita. Dia pun merasa beruntung mendapat banyak dukungan dari seniman di Solo dan Yogyakarta.

“Filmnya bercerita tentang seorang perempuan yang memiliki keteguhan hati, yang bisa mentransformasi kesedihan menjadi sebuah karya, yaitu batik truntum,” kata bintang film Nyai ini.

Selama ini, Annisa mencintai batik dengan cara selalu menggunakan batik dalam berbagai kesempatan, terutama ketika menghadiri festival film di luar negeri. “Sejak pertama kali menghadiri festival film ke luar negeri, tahun 2012, aku selalu memakai batik atau wastra nusantara yang bisa dipakai menjadi identitas untuk mengenalkan Indonesia,” ujar Annisa yang sudah pernah pergi ke festival film di Jepang, Italia dan Korea.

Sumber: Kompas edisi 20 Januari 2020 di halaman 12 dengan judul “Annisa Hertami, Batik Truntum “.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *