
Ramon Y Tungka, Energi Bahagia
Sejak kecil, aktor Ramon Y Tungka akrab dengan layang-layang dan ingin mewariskan keahlian itu kepada putranya. Ia belajar filosofi layangan di Bali, di mana bermain layang-layang dipercaya membawa energi bahagia dan memengaruhi kesuburan sawah. Sejak setahun terakhir, Ramon mengajarkan anaknya teknik menarik-ulur tali, ritme, dan keseimbangan bermain. Layang-layang menjadi sarana anak lepas dari layar gadget, sambil bermain di luar. Selain itu, Ramon rutin mengajak anaknya bersepeda, bermain sepak bola, jogging, dan membuat ecobrick. Selama pandemi, ia juga lebih banyak menulis buku dan merancang proyek keliling Indonesia.
*****
Sejak kecil, aktor Ramon Y Tungka akrab dengan layang-layang. Ada filosofi layang-layang yang membuatnya bertekad mewariskan keahlian bermain layang-layang kepada putranya.
Sejak setahun lalu, ia sudah mengajarkan anaknya bermain layangan. Filosofi layangan diketahui Ramon ketika mengunjungi Bali. Di sana, layangan tak sekadar permainan.
”Bahkan ada yang bilang, bermain layangan yang betul, ya, di atas sawah. Subur atau tidak tanaman tergantung main layangan. Happy tanpa sandal. Panenan bagus karena energinya bahagia ketika main layangan,” ujarnya, Jumat (31/7/2020).
Energi bahagia ketika bermain layang-layang itu turut dirasakan ketika menarik ulur tali layangan bersama putranya. Kebahagiaan juga membuncah ketika mereka berlari mengejar layang-layang.
”Walau angin kencang, walau sebagus apa pun layangan, enggak akan terbang kalau enggak tahu teknik atau enggak tahu ritme kapan narik, kapan ngulur,” katanya.
Layang-layang semakin menjadi favorit karena hanya bisa dimainkan di luar ruangan. Dengan demikian, anak-anak bisa sejenak lepas dari permainan di depan layar telepon seluler.
”Dari layangan bisa bermain tarik ulur. Tinggi jangan terlalu tinggi. Dilepas jangan benar-benar lepas. Ada keseimbangan,” kata Ramon.
Selain layang-layang, Ramon mengajak anaknya bermain sepeda dan sepak bola setiap hari. Permainan favoritnya adalah joging serta membuat ecobrick dari sisa barang plastik. Selama pandemi, Ramon memilih lebih banyak menulis buku dan sedang merumuskan proyek keliling Indonesia.
Sumber: Kompas edisi 02 Agustus 2020 di halaman 6 dengan judul “Energi Bahagia”.
Leave a Reply