Maria Harfanti, Kebaya sebagai Identitas Diri
Maria Harfanti, Miss Indonesia 2015, menilai kebaya sebagai simbol identitas perempuan Indonesia dan cinta Tanah Air. Saat tampil di Miss World 2015, ia mengenakan kebaya dan kain ulos Batak, yang membentuk perilakunya lebih anggun dan formal. Maria melihat kebaya tak lagi hanya untuk acara resmi; ia bisa dipadu dengan kain batik atau diubah menjadi aksesori sehari-hari seperti tas dan sepatu. Menurutnya, kebaya mencerminkan identitas keindonesiaan sekaligus memberi kebebasan berkreasi, seperti tradisi leluhur, dan tetap relevan untuk dikenakan dalam kehidupan modern, termasuk keseharian.
*****
Kebaya itu identitas diri perempuan Indonesia dan memendarkan pesan akan rasa cinta Tanah Air. Ini yang dirasakan Maria Harfanti, Miss Indonesia 2015, tentang berkebaya.
”Saya teringat sewaktu di ajang Miss World, salah satu yang diwajibkan adalah tampil mengenakan pakaian tradisional. Saya mengenakan kebaya untuk pesta makan malam yang formal dan pada kesempatan lain mengenakan kain ulos Batak untuk menari tortor,” ujar Maria, Jumat (23/4/2021), di Jakarta.
Ketika berkebaya, Maria merasakan ada pengaruh karakter menjadi formal. Ketika berkebaya, perilakunya terbentuk menjadi lebih anggun. Ketika berkebaya, Maria merasakan identitas keindonesiaannya.
”Kebaya memengaruhi cara berjalan, termasuk cara membawa diri dalam suasana yang formal,” kenang Maria, yang menorehkan prestasi runner-up di ajang Miss World 2015, setelah merengkuh prestasi sebagai Miss World Asia 2015.
Maria mengenakan kebaya terakhir kalinya pada November 2020 ketika menikah. Namun, Maria sepakat dengan ide mengenakan kebaya untuk keseharian.
”Kebaya sudah tidak sebatas untuk kegiatan yang formal. Kebaya bisa dipadu dengan kain untuk berbagai kesempatan,” ujar Maria.
Maria menuturkan, kebaya biasanya dipadu dengan kain batik sebagai jarit. Kain batik pun sudah tidak lagi sekadar menjadi bagian dari pakaian, melainkan sudah dimodifikasi pula menjadi bahan pelapis untuk sepatu, tas, dan sebagainya. Begitu pula, kebaya tentunya memungkinkan dimodifikasi dan dikenakan untuk sehari-hari. Bukankah itu pula gambaran penampilan eyang-eyang kita di masa lampau?
Sumber: Kompas.id, Maria Harfanti Kebaya sebagai Identitas Diri, 26 Apr 2021 04:07 WIB
Leave a Reply