Vena Anissa, Momen Tak Terlupakan

Vena Annisa (42) berbagi momen tak terlupakan selama 17 tahun menikah dengan Virdiansyah Permana (44), mulai dari membesarkan anak, terpisah negara saat pandemi, hingga saling merawat saat terpapar Covid-19. Hal paling tak terduga bagi Vena adalah mengajar bersama sang suami. Meski memiliki kepribadian, latar pendidikan, dan karier yang bertolak belakang—Vena di komunikasi, suami di bidang teknis—keduanya justru saling melengkapi. Dari proses diskusi panjang, lahirlah kolaborasi dalam kelas data storytelling, memadukan sains data dan komunikasi. Kini mereka menjadi duo pengajar yang solid, sekaligus mempererat hubungan pernikahan mereka.

*****

Selama 17 tahun menikah, presenter yang juga konsultan komunikasi Vena Annisa (42) punya banyak momen tak terlupakan bersama sang suami, Virdiansyah Permana (44), dari kelahiran kedua anak, tinggal pisah negara selama pandemi, upaya suami merawat Vena saat terpapar Covid-19, hingga hal yang tak pernah disangkanya, yakni mengajar bersama.

”Tahun lalu, ada momen yang tidak terlupakan. Saya dan suami ngajar bareng dalam kelas data storytelling. Ini sebetulnya adalah hasil dari interaksi dan kolaborasi kami selama 17 tahun menikah. Saya dan suami adalah pribadi yang bertolak belakang, dari mulai kepribadian sampai pendidikan dan karier. Dia anak teknis, introvert. Saya anak komunikasi, extrovert,” ungkap Vena, Sabtu (16/1/2021).

Dengan perbedaan kepribadian, pendidikan, dan karier, memang tidak pernah terbayang akan kerja bersama. Apalagi, mengajar bersama mengingat bidang yang mereka geluti jauh berbeda. Mantan penyiar Prambors FM ini pun mengenang masa menemani suaminya saat menyusun disertasi untuk program doktornya.

”Saya liatin, kok, kayaknya sedang mentok, menatap nanar kertas-kertas di atas meja. Saya nyoba tawarin bantuan dan diskusi. Dia tidak bersuara. Well, dia introvert sih, jadi saya inisiatif aja di sebelahnya dan melihat kertas-kertas untuk didiskusikan. Eh tapi saya kaget sendiri setelah melihat, mana kalimatnya ini, kok, semua angka dan rumus. Akhirnya, saya ke dapur aja, makan, karena ikut stres, ha-ha-ha,” tutur Vena.

Namun, seiring berjalannya waktu, pekerjaan suami yang berkutat dengan data ternyata membutuhkan pola komunikasi yang efektif untuk dapat menyampaikan data dengan baik dan benar. Belakangan dikenal dengan data storytelling. Keduanya mulai berdiskusi, riset, dan latihan. Suaminya pun mampu menjadi data storyteller dan juga mengajar.

”Sampai sekarang kami jadi duo pengajar yang saling melengkapi. Dunia sains data dan komunikasi yang ’menikah’,” ujarnya. Kerja bersama pun bisa mempermanis hubungan.

Sumber: Kompas.id, Vena Anissa Momen Tak Terlupakan, 17 Jan 2021 05:25 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *