Cut Mini, “Memusuhi” Lawan Main Demi Peran Perempuan Judes

Cut Mini menunjukkan totalitas dalam memerankan tokoh Mar di serial Saiyo Sakato dengan cara “memusuhi” Nirina Zubir, lawan mainnya, sejak proses reading hingga shooting. Mar adalah perempuan Minang yang terluka karena mengetahui suaminya berpoligami setelah meninggal. Demi mendalami peran, Mini bersikap judes dan menjaga jarak dari Nirina untuk membangun emosi. Ia juga berlatih bahasa Minang dan mencari mentor khusus. Sikapnya sempat membuat rekan-rekan kerja terintimidasi, namun menunjukkan dedikasi akting tinggi. Mini sebelumnya meraih Piala Citra untuk peran utama di Athirah dan pendukung di Dua Garis Biru.

*****

Demi menjiwai peran sebagai perempuan yang terluka hatinya dalam serial Saiyo Sakato, Cut Mini “memusuhi” lawan mainnya sejak proses pembacaan naskah (reading) hingga pengambilan gambar (shooting).

Dalam serial yang ditangani oleh Gina S Noer itu, Mini berperan sebagai Mar, perempuan Minang yang baru tahu suaminya berpoligami setelah sang suami meninggal. Ia pun mesti berhadapan dengan Nita (Nirina Zubir), istri muda sang suami.

“Saya langsung blok (komunikasi) ketika bertemu Nirinia di hari pertama reading. Pas dia datang, saya bilang, \’oh, kau?’ Dengan begitu saya bisa merasakan kekesalan dan kemarahan kepada dia,” kata Mini, di Jakarta, Jumat (24/1/2020). Sikap judes Mini sempat membuat Nirina kaget. Apalagi itu dilakukan Mini saat pertama mereka bertemu.

“Permusuhan” yang diinisiasi Mini berlanjuthingga hari terakhir shooting. Ketika ada adegan menjambak rambut Nirina, Mini pun melakukannya tanpa ragu. Tapi sebelum menjambak, ia minta maaf terlebih dahulu. Bagaimana pun ini cuma film. (SKA) Aktris Cut Mini menjiwai perannya sebagai Mar di serial Saiyo Sakato. Ia tak segan berteriak hingga “memusuhi” lawan mainnya selama shooting berlangsung.

Totalitas Mini ternyata  mendapat pengakuan dari aktor dan aktris lain yang berperan di serial yang sama. Beberapa dari mereka mengaku terintimidasi dengan kejudesan  Mini saat itu.

Selain melatih diri untuk bersikap judes pada lawan main, Mini juga berlatih berbicara dalam bahasa Minang. Ia bahkan mencari orang yang bisa menjadi mentor bagi dirinya. “Pokoknya harus dapat orang yang bisa ajari saya bahasa Minang. Saya harus bisa (bahasa Minang), paling tidak logatnya,” kata peraih Piala Citra 2016  untuk Pemeran Utama Wanita lewat film Athirah dan Piala Citra untuk Pemeran Pendukung Wanita 2019 lewat film Dua Garis Biru.

Sumber: Kompas edisi 27 Januari 2020 di halaman 12 dengan judul “Cut Mini, “Memusuhi” Lawan Main”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *