Iqbaal Ramadhan, Berperan sebagai Perkutut

Aktor Iqbaal Ramadhan mendapat pengalaman baru lewat keterlibatannya dalam program Sandiwara Sastra. Ia memerankan seekor burung perkutut dalam cerpen “Kemerdekaan” karya Putu Wijaya, peran pertamanya sebagai karakter nonmanusia. Tantangan utamanya adalah membuat suara burung yang tetap mudah dipahami pendengar. Berada di Melbourne untuk studi, ia berlatih menirukan suara perkutut melalui sumber daring. Iqbaal dibantu sutradara Gunawan Maryanto dan aktris Adinia Wirasti selama proses produksi jarak jauh. Ia merasa program ini penting karena dapat memperkenalkan karya sastra kepada generasi muda dan mengasah kemampuan membaca serta menulis melalui medium podcast yang kini digemari.

*****

Aktor Iqbaal Ramadhan mendapat pengalaman baru yang sangat menarik baginya. Dia berpartisipasi dalam program Sandiwara Sastra dan mendapatkan peran sebagai burung perkutut.

”Ini peran pertamaku yang bukan manusia, jadi menarik sekali. Ada permainan karakter, bagaimana membuat suara burung, tetapi tetap bisa dimengerti. Pada saat yang sama, burung itu juga seperti manusia,” kata Iqbaal dalam konferensi pers virtual, Senin (6/7/2020).

Perkutut itu merupakan karakter dalam cerita pendek berjudul ”Kemerdekaan” karya Putu Wijaya. Cerpen tersebut termasuk satu di antara 10 karya sastra yang dialihwahanakan menjadi sandiwara yang disiarkan melalui siniar atau podcast.

Pemeran Dilan ini tengah berada di Melbourne, Australia, untuk studi sehingga proses produksi dilakukan jarak jauh. ”Berhubung perkutut enggak banyak di Melbourne, mau tak mau harus lewat internet. Perkutut itu tidak sepenuhnya berbunyi seperti perkutut, tetapi orang tetap tahu bahwa itu suara perkutut. Untung bukan suara Tweety atau Woody Woodpecker, ya,” ujarnya terkekeh.

Iqbaal merasa banyak dibantu sutradara program, aktor dan penulis Gunawan Maryanto, serta aktris Adinia Wirasti yang memerankan karakter lain dalam cerpen itu. Dia senang dengan pengalaman baru tersebut, terlebih karena program Sandiwara Sastra bisa turut memperkenalkan karya sastra kepada generasi muda.

Podcast sekarang naik daun, banyak orang mendengarkan podcast. Juga banyak didengarkan anak-anak seumurku. Jadi, sandiwara ini bisa mengasah keterampilan remaja untuk membaca, menulis, sekaligus mereproduksi karya sastra,” kata Iqbaal.

Sumber: Kompas.id, Iqbaal Ramadhan Berperan sebagai Perkutut, 08 Jul 2020 05:00 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *