Ayu Maulida Putri, Momen Penting

Puteri Indonesia 2020, Ayu Maulida Putri, mengenang momen wisuda sarjananya tahun lalu sebagai pengalaman yang sangat menyenangkan. Semua anggota keluarga, termasuk kakaknya yang tinggal di Jakarta, dan teman-temannya hadir untuk merayakan bersama dengan makan-makan dan syukuran di restoran. Menurut Ayuma, momen itu tak tergantikan karena memberi euforia dan kebahagiaan yang spesial. Ia juga menyadari situasi pandemi Covid-19 membuat banyak wisuda ditunda atau dilakukan daring, yang tentu berbeda dengan pengalaman wisuda tatap muka. Jika berada dalam kondisi pandemi, Ayuma lebih memilih menunda wisuda agar keluarga tetap bisa hadir dan merasakan kebahagiaan bersama dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

*****

Wisuda sarjana merupakan momen penting dalam perjalanan hidup. Selain acaranya yang kerap ditunggu-tunggu, mengenakan toga dan menerima ijazah, perayaan bersama orang dekat tercinta seolah menjadi keharusan.

Berfoto bersama, makan-makan, dan pesta syukuran seusai wisuda semua itu membawa kesenangan tersendiri. Begitu yang dialami Puteri Indonesia 2020, Ayu Maulida Putri, seperti disampaikannya pada Sabtu (20/6/2020). Akan tetapi, yang paling menyenangkan adalah setelah wisudanya yang berlangsung tahun lalu, Ayuma, begitu panggilan akrabnya, dapat melanjutkan kariernya tanpa beban, terutama di dunia hiburan.

”Semua anggota keluarga datang, bahkan kakak saya yang tinggal di Jakarta. Teman-teman juga datang. Semua ikut senang dan sama-sama selamatan makan-makan di restoran. Momen seperti itu enggak akan pernah bisa diulang,” ujar Ayuma mengenang wisudanya.

Ayuma juga mengaku tak bisa membayangkan kondisi saat ini ketika pandemi Covid-19 banyak membuat momen wisuda sarjana ditunda atau bahkan dibatalkan. Menurut Ayuma, jika saat ini dirinya berada dalam kondisi seperti itu, Ayuma mengaku lebih memilih untuk menunda acara wisuda.

”Makanya kalau yang wisudanya online (daring) begitu, entah seperti apa rasanya, ya? Pasti beda sekali, ya, euforia dan vibe-nya. Kalau saya sih lebih baik wisudanya saja ditunda. Jadi, nanti keluarga bisa tetap hadir walau mungkin pelaksanaannya dengan protokol kesehatan tertentu,” ujar Ayuma.

Sumber: Kompas edisi 21 Juni 2020 di halaman 6 dengan judul “Momen Penting”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *