Bucek, Belum Komplet

Bucek Al Aththur Muchtar, 46, gemar mengeksplorasi alam Indonesia menggunakan mobil off-road, perahu, dan sepeda. Ia mengagumi keindahan Nusantara dan menyadari umur manusia tidak cukup untuk menikmatinya sepenuhnya. Dalam Bincang-bincang Sore Online, Bucek menceritakan pengalaman menyalurkan bantuan di Aceh pasca-tsunami 2004 dan bersepeda sejauh 900 km menapak tilas di Calang pada 2017. Ia juga berpetualang di Lombok Utara, merasakan keramahan warga lokal. Bucek menekankan bahwa kecintaan pada Tanah Air dan apresiasi terhadap keajaiban alam Indonesia dapat tumbuh lewat perjalanan langsung. Baginya, Indonesia layak disebut keajaiban dunia ke-8.

*****

Al Aththur Muchtar (46) yang lebih dikenal sebagai Bucek gemar mengeksplorasi alam Indonesia dengan mengemudi mobil offroad, perahu, hingga sepeda. Aktor itu amat mengagumi keindahan Nusantara karena selalu menemukan pemandangan baru yang memukau setiap bertualang.

“Penjelajahan gue saja belum komplet. Umur kita untuk menikmati Indonesia juga enggak bakal cukup,” ucapnya di Badung, Bali, Rabu (29/4/2020). Bucek pun belajar banyak untuk bersyukur lewat avontur yang telah dilakoni lebih dari 25 tahun terakhir.

Ia misalnya, berbagi pengalaman melalui Bincang-bincang Sore Online yang dipandu instruktur keselamatan off-road Reza Hariputra. “Waktu Aceh baru diterjang tsunami, gue ikut menyalurkan bantuan tahun 2004,” kenang Bucek di sela tayangan langsung menggunakan Instagram itu, Jumat (24/4/2020).

Ia mendarat di Calang, Kabupaten Aceh Jaya. Partisipasi lebih dari satu bulan menyadarkan Bucek betapa ia sungguh beruntung. “Terlalu dahsyat dampak tsunami. Gue lalu bersepeda menyusuri Aceh tahun 2017. Jaraknya sekitar 900 kilometer termasuk menapak tilas di Calang. Sudah beda jauh,” katanya.

Ia dan tiga temannya pernah bersepeda dan mendirikan tenda untuk bermalam di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. “Warga ngajak makan malam. Seadanya tapi nikmat banget. Mereka enggak kenal siapa saya. Cuma di Indonesia kayak begitu. Kalau adanya air putih, tetap disuguhi,” ucapnya.

Kecintaan terhadap Tanah Air berikut keramahan masyarakatnya dapat ditumbuhkan dengan mengunjungi berbagai lokasi yang memesona. “Gue setuju banget kalau dibilang Indonesia itu keajaiban dunia ke-8. Kalau enggak berkeliling, bagaimana mau mencintai negeri kita sendiri,” ucapnya.

Sumber: Kompas.id, Bucek Belum Komplet, 08 Mei 2020 05:00 WIB

Author photo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *