Tompi, Pelajaran Hidup

Tompi mendapat “tamparan” batin saat menjadi host dan fotografer serial dokumenter Paras Cantik Indonesia. Ia bertemu perempuan-perempuan tangguh—nelayan, aktris, petani urban, aktivis, atlet, hingga wirausaha sosial—yang menjalani hidup dengan energi besar dan memberi manfaat bagi sekitar. Pengalaman itu membuat Tompi merenungkan kontribusinya bagi orang lain. Serial berisi 12 episode yang tayang dua minggu sekali di YouTube dan Instagram Indonesia Kaya ini merupakan kerja sama Indonesiakaya.com dan Visinema Content untuk menampilkan keberagaman perempuan Indonesia dalam keseharian, perjuangan, dan harapan mereka.

*****

Penyanyi Tompi mendapat ”tamparan” keras saat menjadi host dan fotografer serial dokumenter pendek Paras Cantik Indonesia. Dia bertemu banyak perempuan tangguh yang punya energi besar dan menjalani pilihan hidup mereka dengan penuh sukacita sembari memberi manfaat bagi sekitarnya.

”Saya merasa jadi orang paling beruntung. Saya bisa pergi ke tempat-tempat yang tidak terpikirkan sebelumnya. Yang lebih dalam, saya belajar soal hidup,” kata Tompi saat konferensi pers virtual peluncuran webseries Paras Cantik Indonesia, Senin (7/9/2020).

Selama ini, banyak orang, termasuk dirinya, yang merasa sibuk melakukan banyak hal, tetapi ternyata tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan para perempuan yang ditampilkan dalam serial tersebut.

”Mereka memberi saya tamparan keras: apa yang sudah kamu lakukan dalam hidup kamu buat orang lain. Itu bikin saya tiap pulang kerja mikir, apa yang bisa saya lakukan agar berguna untuk sekitar,” ujarnya.

Paras Cantik Indonesia terdiri dari 12 episode yang ditayangkan setiap dua minggu di kanal Youtube dan Instagram Indonesia Kaya. Proyek ini merupakan kerja sama www.indonesiakaya.com dan Visinema Content yang mengabadikan keberagaman profil perempuan Indonesia melalui keseharian, pergerakan, proses perjuangan, dan harapan mereka.

Di antaranya terdapat perempuan nelayan di Pangkep, Sulawesi Selatan; aktris dan penyanyi di Yogyakarta; petani urban di Jakarta; aktivis perempuan di Ambon; atlet panahan di Surabaya; dan wirausaha sosial di Larantuka, NTT.

”Mereka melakukan semua itu seakan sebagai sebuah takdir hidup. Dan, mereka menikmatinya. Tidak ada kepalsuan di sana,” tutur Tompi.

Sumber: Kompas.id, Tompi Pelajaran Hidup, 11 Sep 2020 05:43 WIB

Author photo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *