
Ivan Gunawan, Dilema Pengusaha Busana
Perancang busana Ivan Gunawan menghadapi dilema menjalankan usaha di masa pandemi Covid-19. Ia tetap ingin bisnis berjalan agar karyawan tidak dirumahkan, namun harus memastikan keselamatan mereka. Ivan menerapkan protokol ketat, seperti mewajibkan masker, mengatur jadwal kerja bergilir, membatasi jumlah pekerja per ruangan, dan menjaga jarak. Ia juga bekerja sama dengan klinik untuk memberikan suntik vitamin bagi karyawan. Meski cara ini kurang efisien, langkah-langkah tersebut sesuai anjuran pemerintah dan memungkinkan pesanan tetap selesai serta pendapatan cukup untuk menggaji staf, sambil meminimalkan risiko penularan.
*****
Menjalankan usaha di masa sulit akibat pandemi Covid 19 saat ini memang serba rumit dan dilematis. Di satu sisi bisnis diupayakan tetap jalan agar karyawan tak perlu mengalami pemutusan hubungan kerja. Namun begitu, di sisi lain hal itu membutuhkan banyak pertimbangan dan kehati-hatian.
Dilema dan persoalan seperti itu tak urung juga dialami perancang busana Ivan Gunawan. Untuk menjaga keselamatan para pekerjanya dia menerapkan banyak protokol kerja seperti membagikan dan mewajibkan para karyawan mengenakan masker saat bekerja, mengatur agar mereka tak banyak berkumpul di satu titik lokasi kerja, dan juga mengatur jadwal bekerja.
“Sesuai anjuran pemerintah, aku gak mau ada banyak kerumunan (karyawan) di butikku. Memang sekarang ini serba dilematis. Kalau mereka tidak bekerja pesanan baju tidak selesai. Otomatis kami tidak dapat bayaran. Padahal bayaran itu juga dipakai untuk menggaji karyawan. Jalan tengahnya ya benar-benar harus diatur cara kerjanya,” ujar Ivan, Rabu (15/04/2020).
Kepada para pekerjanya Ivan juga memberikan suntik vitamin bekerja sama dengan salah satu klinik kesehatan. Jadwal pengerjaan pesanan juga disesuaikan, misalnya bagian pemasangan payet bekerja hari ini sementara bagian pengerjaan lain dilakukan keesokan harinya. Jumlah pekerja di satu ruangan pun dibatasi dan duduknya berjarak.
“Memang jadinya enggak terlalu efisien. Akan tetapi, itu sesuai anjuran pemerintah tadi. Yang penting tidak terjadi terlalu banyak kerumunan di butik. Kami ini kan sama juga sebenarnya seperti restoran. Jenis pekerjaannya enggak bisa dilakukan dari rumah. Jadi ya kami harus pintar-pintar sendiri mengaturnya agar pemasukan tetap ada,” tambah Ivan.
Sumber: Kompas.id, Ivan Gunawan Dilema Pengusaha Busana, 21 Apr 2020 05:00 WIB
Leave a Reply