
Oka Antara, Promosi Film Indonesia Perlu Lebih Gencar
Oka Antara berharap film Indonesia mampu memanfaatkan momentum untuk bersaing di kancah internasional, seperti melalui ajang Asian Academy Creative Awards (AACA). Menurutnya, meski film Indonesia sudah siap dari segi waktu dan dana, kurangnya kepercayaan produser terhadap penonton lokal dan minimnya promosi menjadi hambatan utama. Ia mencontohkan Sang Penari yang pernah ditayangkan di AS serta Parasite dari Korea Selatan yang sukses di Oscar dengan tetap memakai bahasa ibu. Bagi Oka, promosi adalah kunci keberhasilan film, dan Indonesia juga bisa menembus pasar global jika mampu memanfaatkan momentum secara tepat dan percaya diri.
*****
Pemain film Oka Antara berharap film Indonesia bisa memanfaatkan setiap momentum untuk bersaing di dunia perfilman internasional.
Dia menyebutkan festival film khusus Asia, yakni Asian Academy Creative Awards (AACA), yang dapat dijadikan momentum untuk membuka jalan dan terus berkompetisi bagi pekerja-pekerja film di Indonesia agar dapat menciptakan karya film yang lebih baik.
”Film Indonesia itu sudah siap secara waktu dan dana. Namun, ide itu enggak bisa ditaruh saja dan tidak dilanjutkan ke tahap promosi. Banyak produser yang tidak percaya diri sama penonton Indonesia,” ungkap Oka seusai menghadiri acara peluncuran HOOQ – Brata Series 2, di Jakarta, Selasa (11/2/2020).
Ia menceritakan, saat terlibat di film Sang Penari, dirinya menyaksikan produser film menggelar screening di Amerika Serikat beberapa kali. Hal itu dilakukan supaya mendapat perhatian dari penonton di seluruh dunia.
Lalu, Oka juga mencontohkan film Parasite dari Korea yang bisa meraih penghargaan Academy Awards. ”Menangnya Parasite di Oscar merepresentasikan budaya film di Asia sudah bisa diperhitungkan dan unjuk gigi. Ketika film-film dari Barat sudah terasa tawar, datanglah suatu angin segar dari Asia yang berani menggunakan bahasa ibunya dan memanfaatkan momentum bagus itu,” tutur Oka.
Menurut dia, faktor promosi menjadi pengaruh terbesar untuk kesuksesan sebuah film. Dibutuhkan persiapan waktu dan dana yang tepat agar proses promosi film dapat optimal dan juga pengadaan screening dengan media. ”Bagi saya sendiri, bukan hanya Parasite yang mampu, film Indonesia pun dapat melakukannya. Bukan masalah lama atau tidak, tapi adalah masalah momentum tersebut,” katanya.
Sumber: Kompas.id, Oka Antara Promosi Film Indonesia Perlu Lebih Gencar, 15 Feb 2020 05:00 WIB
Leave a Reply