Sha Ine Febriyanti, Belajar Ilmu Baru Reso

Naskah teater mahakarya Rendra kembali dipentaskan setelah pertama kali dimainkan oleh Bengkel Teater Rendra pada 26-27 Agustus 1986. Kali ini, lakon tersebut dimainkan oleh gabungan komunitas teater Indonesia, dengan aktor senior seperti Whani Darmawan, Rudolf Puspa, dan Sruti Respati, disutradarai oleh Hanindawan. Sha Ine Febriyanti memerankan tokoh Ratu Dara dan menghadapi tantangan merangkum naskah asli berdurasi 7 jam menjadi 2,5 jam. Meski sulit, Ine merasa senang bisa berdiskusi dan belajar dari para aktor senior lintas komunitas. Pementasan ini menjadi momen penting dalam sejarah teater Indonesia.

*****

Ia akan menjalani sejarah penting dalam seni teater di Tanah Air. “Naskahnya mahakarya Rendra, para pemainnya dari banyak komunitas dan senior semua,” tutur Ine, Selasa (21/1/2020) di Jakarta.

Setelah dipentaskan pertama kali oleh Bengkel Teater Rendra, 26-27 Agustus 1986, kini lakon yang sama akan dimainkan oleh gabungan komunitas teater di Indonesia. Aktor-aktornya antara lain Whani Darmawan, Rudolf Puspa, Gigok Anurogo, Maryam Supraba, dan Sruti Respati, dengan sutradara Hanindawan.

“Ini seperti silaturahmi para aktor  senior. Jadi aku antusias,” tambah

Ine yang akan memerankan tokoh Ratu Dara.

Menurut Ine, ia punya kesulitan yang cukup tinggi ketika memainkan peran Ratu Dara. Banyak perkembangan karakternya yang terputus karena persoalan durasi. “Aslinya kan 7 jam, sekarang harus bermain 2,5 jam, itu tantangan yang berat,” katanya.

Meski begitu, ia merasa sangat senang bisa bermain bareng dengan para aktor senior. “Asyiknya bisa diskusi dengan para aktor sepuh eh senior dari berbagai komunitas teater,” ujar Ine.

Jadi? “Ya aku banyak belajarlah…” tambahnya. Mari kita buktikan ya?

Sumber: Kompas edisi 22 Januari 2020 di halaman 12 dengan judul “Sha Ine Febriyanti, Ilmu Baru Reso “.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *