
Lena Guslina, Menyuarakan Peduli Lingkungan
Lena Guslina prihatin dengan dampak perubahan iklim dan sampah plastik terhadap lingkungan. Setelah menampilkan karya “Desah Rimba” pada 2016, ia berencana membuat karya baru yang menggabungkan tarian, pantomim, dan seni rupa untuk menyuarakan kepedulian terhadap bahaya sampah plastik. Lena berharap karyanya dapat menggugah kesadaran masyarakat agar kembali menggunakan kemasan alami, seperti bungkus daun, yang lebih ramah lingkungan. Ia percaya langkah kecil ini penting untuk menjaga keberlangsungan hidup makhluk di Bumi dan melindungi alam dari kerusakan akibat sampah plastik.
*****
Perubahan iklim yang terjadi di seluruh dunia, menurut Lena, telah berdampak buruk pada keberlangsungan kehidupan makhluk Bumi. Setelah mementaskan komposisi berjudul ”Desah Rimba” (2016), ia berharap tahun 2020 melahirkan karya baru yang tetap menyuarakan keprihatinan terhadap kehancuran lingkungan.
”Monster utama lingkungan sekarang ini sampah plastik. Aku prihatin,” kata penari kelahiran 16 Agustus 1977 ini dari Bandung.
Keprihatinan itu, tambah Lena, akan ia wujudkan dalam karya yang memadukan unsur-unsur dalam tarian, pantomim, dan seni rupa. Judulnya?
”Masih rahasia karena semuanya sedang dirancang,” katanya.
Hal yang pasti, kata model favorit para pelukis ini, karyanya nanti diharapkan menggugah kesadaran tentang bahaya sampah plastik.
”Kita harus kembali pada kemasan-kemasan natural. Bungkus dengan daun, kan, lebih alami dan segar,” ujar Lena.
Sumber: Kompas edisi 21 Januari 2020 di halaman 12 dengan judul “Lena Guslina, Kepedulian Lingkungan “.
Leave a Reply