Didiet Maulana, Lasem Rumah Keduaku
Perancang busana Didiet Maulana menganggap Lasem, Rembang, sebagai rumah kedua sejak rutin berkunjung ke sana pada 2016. Kedekatannya dengan warga tumbuh dari relasi bisnis batik menjadi hubungan kekeluargaan. Didiet aktif dalam komunitas Lasem Heritage yang berupaya menghidupkan kembali Lasem sebagai kota dengan akulturasi budaya Jawa, Tionghoa, dan Arab. Ia turut membina pengelolaan situs Kesengsem Lasem dan Pasar Rakyat Lasem untuk memasarkan produk lokal. Didiet juga mengedukasi perajin batik soal pengembangan motif, produk, pemasaran, serta mendorong generasi muda menekuni batik Lasem.
*****
Bagi perancang busana Didiet Maulana, kota Lasem di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, bagai rumah kedua. Perasaan itu muncul setelah sejak tahun 2016 sering datang ke sana lalu kenal pemilik rumah produksi batik dan warga Lasem lainnya. ”Setelah mengenal mereka dan sering hadir di acara yang mereka adakan, aku merasa diuwongke (dianggap) oleh mereka,” kata Didiet pada Kamis (10/6/2021) mengenai Lasem di matanya.
Hubungan spesial Didiet dengan warga Lasem juga tampak dari keberadaannya sebagai anggota Lasem Heritage yang giat menghidupkan kembali Lasem sebagai kota unik karena akulturasi budaya Jawa, Tionghoa, dan Arab. Bersama warga Lasem yang memiliki sekitar 20 komunitas, Didiet aktif membina pengelolaan situs web Kesengsem Lasem yang di dalamnya ada Pasar Rakyat Lasem untuk menjual barang buatan warga Lasem, mulai dari kecap, terasi, ikan laut kering, sirup kawis, sampai batik.
Relasi dengan para pemilik rumah batik yang awalnya bisnis, kini berubah lebih ke kawan dekat. ”Sekarang, relasi kami kayak keluarga. Setiap hari, saya aktif berkomunikasi di grup Whatsapp mereka,” tambah Didiet yang pada awal datang ke Lasem hanya untuk jalan-jalan.
Ia senang melihat bangunan lama berarsitektur indah, apalagi ada batik yang khas. ”Dari awalnya hanya suka ambil foto bangunan kuno, melihat batik, eh sekarang jadi kayak keluarga. Setiap Imlek, aku ke sana untuk merayakan bersama warga,” kata sarjana arsitektur yang terus mengedukasi perajin batik dalam keragaman produk, motif, sampai pemasaran batik Lasem serta mengajak orang muda mau menekuni kerajinan batik.
Sumber: Kompas.id, Didiet Maulana Lasem Rumah Keduaku, 12 Jun 2021 12:02 WIB
Leave a Reply